Tambah Subsidi Solar Hingga Rp 2.000/Liter Bisa Pengaruhi Rating RI

0
376
Pertamina
Pertamina

Nawacita – Pemerintah dan DPR menyepakati tambahan subsidi solar untuk tahun depan mencapai Rp 1.500 hingga Rp 2.000/ liter. Jumlah tersebut meningkat dari tahun ini yang sebesar Rp 500/liter.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, penambahan subsidi solar tersebut untuk menjaga daya beli masyarakat yang masih dipengaruhi faktor eksternal, seperti pelemahan rupiah yang dikhawatirkan mengganggu inflasi. Menurut dia, selama defisit anggaran masih terjaga, penambahan subsidi bukan masalah.

“Di satu sisi memang kita perlu pertahankan daya beli dari pengaruh eksternal cukup kuat. Tapi selama defisit targetnya tetap kecil sah-sah saja menurut saya. Dan ruang fiskalnya sebenarnya cukup besar,” ujar David kepada kumparan, Kamis (5/7).

Namun David mengingatkan, subsidi ini menjadi salah satu poin penilaian lembaga pemeringkat internasional. Konsistensi pemerintah terkait subsidi tentunya akan dilihat oleh sejumlah lembaga tersebut.

Beberapa lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s, S&P, Fitch, dan Japan Credit Agency (JCR) memberikan apresiasi karena pemerintah memangkas subsidi pada tahun lalu. Pemerintah dinilai berhasil mengurangi beban utang publik dengan pengelolaan fiskal yang hati-hati, salah satunya reformasi subsidi energi.

“Masalah konsistensi kebijakan jadi pertanyaan lembaga rating, tapi kalau bisa jelaskan maksudnya dan yang penting arahnya jelas ke depan, mungkin bisa clear ke mereka (lembaga rating). Apakah kita sudah berubah kebijakan jadi pro subsidi, atau ini masalah temporary, perlu dijelaskan,” jelasnya.

Selama ini yang menjadi masalah, kata David, bukan penambahan subsidi melainkan distribusi yang tak tepat sasaran. “Masalahnya subsidinya kurang terarah, kita inginnya bukan ke produknya tapi ke orang yang menerima itu,” tambahnya.

Selain dari jumlah subsidi per liternya, DPR dan pemerintah juga menyetujui tambahan volume subsidi BBM untuk tahun depan. Jumlahnya naik jadi 16 kiloliter (KL) sampai 17,18 juta KL dari tahun ini yang sebesar 16,23 juta KL.

Sedangkan untuk minyak tanah, volume untuk tahun 2019 dipatok 0,59 juta KL hingga 0,65 juta KL. Subsidi listrik juga dinaikkan oleh pemerintah pada tahun depan, jumlahnya sebesar Rp 53,96 triliun hingga Rp 58,89 triliun.

kmp

 

 

LEAVE A REPLY