Pemkot Surabaya Pastikan Stok Pangan Aman Selama Libur Panjang Iduladha 2026
SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan bahan pangan selama rangkaian libur panjang Iduladha 1447 Hijriah/2026 dalam kondisi aman dan mencukupi. Stabilitas pasokan dipastikan tetap terjaga mulai masa Iduladha, cuti bersama, akhir pekan, Hari Raya Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila.
Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Muhammad Khusnul Amin, mengatakan kondisi pangan di Surabaya saat ini relatif stabil dengan indeks kecukupan pangan mencapai 3,55.
“Indeks kecukupan pangan Surabaya saat ini mencapai 3,55. Artinya stok pangan lebih dari cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur panjang Iduladha,” kata Khusnul Amin, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan fenomena panic buying di tengah masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, warga dinilai masih membeli kebutuhan pangan sesuai kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga: Pemkot Surabaya dan Pelindo Petikemas Kolaborasi, Pastikan Hewan Kurban Aman untuk Masyarakat
“Pembelian dalam jumlah besar lebih banyak dilakukan oleh pedagang atau pelaku usaha untuk kepentingan distribusi dan penjualan kembali. Kalau masyarakat umum sejauh ini belanja secukupnya, belum ada fenomena memborong bahan pokok secara berlebihan,” jelasnya.
Kondisi serupa juga terlihat saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah Surabaya. Menurut Khusnul, masyarakat tetap berbelanja secara wajar tanpa melakukan penimbunan bahan pokok.
Ia menyebut pembatasan pembelian hanya pernah diterapkan pada minyak goreng saat dijual dengan harga subsidi agar distribusinya merata dan tidak diborong oleh pihak tertentu.
Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir ataupun melakukan pembelian bahan pangan secara berlebihan. Selain distribusi pangan masih aman dan terkendali, pembelian dalam jumlah besar juga dinilai berisiko menimbulkan pemborosan hingga sampah makanan akibat bahan pangan rusak atau tidak terpakai.
“Masyarakat diimbau membeli kebutuhan pangan secukupnya sesuai kebutuhan rumah tangga. Pembelian dalam jumlah berlebihan justru berisiko menimbulkan sampah makanan karena bahan pangan tidak terpakai atau rusak sebelum dikonsumsi. Karena itu, masyarakat diminta berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan pengawasan distribusi pangan di tengah dinamika global, seperti krisis di Timur Tengah dan penguatan dolar AS yang berpotensi memengaruhi harga sejumlah komoditas impor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan pokok tetap terjaga selama momentum Iduladha.
“Masyarakat tidak perlu panik. Stok pangan aman dan pemerintah terus melakukan pemantauan agar kebutuhan pokok tetap terkendali,” pungkasnya.
Reporter: Rovallgio

