Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Underpass Bandara Soetta

0
259
Tembok Underpass Bandara Soetta
Tembok Underpass Bandara Soetta

Nawacita – Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan korupsi underpass Bandara Soekarno-Hatta. Dugaan ini muncul usai ambruknya tembok underpass pada (5/2).

“Penyelidikan oleh Polda Metro dimulai bulan Mei,” kata Kasubdit Tipikor Dirkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Suhendarwan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Bhakti menjelaskan penyelidik akan meminta keterangan sejumlah pihak terkait kasus tersebut. Rencananya PT KAI akan dimintai klarifikasi pada pekan ini.

“PT KAI, 2 orang pada Kamis 5 Juli 2018, 2 orang pada Jumat 6 Juli 2018, 2 orang Senin 9 Juli 2018, 2 orang Selasa 10 Juli 2018,” ujar Bhakti.

Selain itu, akan diperiksa juga pihak PT Virama Karya pada Rabu (11/7) mendatang. Pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap pihak PT Waskita Karya sebagai pihak kontraktor juga akan diperiksa pada pekan depan.

“PT Waskita Karya 1 orang pada Rabu 11 Juli 2018, 2 orang pada Kamis 12 Juli 2018, dan 1 orang Jumat 13 Juli 2018,” ujarnya.

Kasus ini berawal dari penyelidikan dari Polres Bandara Soekarno Hatta. Saat itu polisi juga telah memeriksa sejumlah pihak terkait proses pembangunan underpass tersebut.

“Pemeriksaan untuk keterangan atau fakta terkait proses pembangunan,” kata Kapolres Bandara Soetta Kombes Akhmad Yusep Gunawan kepada wartawan di Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Rabu (7/2).

Setelah itu, muncul dugaan korupsi yang kemudian diselidiki oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Setelah berbulan-bulan, kasus tersebut akhirnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga menduga kegagalan konstruksi sebagai penyebab ambruknya tembok underpass di Jalan Perimeter, Bandara Soekarno-Hatta.

“Yang di Bandara ini menurut kami masuknya ke kegagalan konstruksi. Jadi nanti akan dikirimkan ahli khusus untuk menilai,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto ketika ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis (8/2).

Longsor itu terjadi pada Senin (5/2) lalu. Ada dua orang yang berada di dalam mobil dan akhirnya bisa dievakuasi setelah melewati waktu berjam-jam.

dtk

LEAVE A REPLY