Menristekdikti Mohamad Nasir: Harus Cinta Tanah Air

0
512
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

Nawacita – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menghadiri acara halalbihalal yang diselenggarakan Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Selasa (26/6/2018).

Dalam momen silaturahmi merayakan Hari Raya Idul Fitri yang bertemakan ‘Harmoni Silaturahmi Merekat NKRI’ ini, Nasir berkesempatan menjadi pembicara di hadapan ratusan anggota keluarga besar Unnes.

Dia menyatakan, pentingnya silaturahmi untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya silaturahmi menunjukkan rasa saling hormat dan toleransi, menandakan cinta kasih sebagaimana menjadi bagian dari ajaran Islam.

“Kalau tidak cinta dan kasih berarti bukan Islam. Cinta itu juga dalam lingkungan, bagaimana kita cinta Tanah Air sendiri. Cinta Tanah Air itu sebagian dari iman,” ujarnya di Auditorium Unnes, Selasa (26/6/2018).

Oleh sebab itu, lanjut Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini, wajib untuk umat Islam bergotong-royong mempertahankan kedaulatan Indonesia. Hal ini dilakukan dengan menanamkan cinta kasih satu sama lain.

“Dalam Islam hukum wajib pertahankan NKRI. Ini jadi yang sangat penting. Cinta NKRI. Dengan rasa toleran dan rahmat, maka rasa harmonisasi akan muncul, kemudian tercipta cinta Tanah Air,” kata dia.

Nasir pun meminta, setiap pemimpin di Unnes bisa menjadi contoh untuk menebarkan cinta kasih sehingga memperkuat NKRI. “Oleh karena itu, saya memohon pimpinan di Unnes jadi pemimpin baik yang betul-betul jadi contoh anggota yang di dalamnya,” pungkasnya.

Rektor Unnes Fathur Rokhman dalam kesempatan yang sama menyatakan, momen silaturahmi ini menjadi kesempatan memperbaiki dan mempererat hubungan sahabat antar rekan kerja. Hal ini diharapkan semakin membuat perguruan tinggi berkontribusi pada masyarakat.

“Agar perguruan tinggi bisa berikan kontribusi ke masyarakat dan memiliki daya saing internasional, mala bersama-sama leburkan diri situasi ini (silaturahmi) dan saling memaafkan,” ujarnya.

oke

LEAVE A REPLY