Ini 3 Pesan Penting SBY Untuk Pilkada Jawa Timur

0
445
Ketum Partai Demokrat bersama Cawagub Jatim Emil Dardak di Madiun (18/6/2018).

Madiun, nawacita – Gelaran Pilkada serentak 27 Juni mendatang benar-benar dikawal betul oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sore tadi, SBY memimpin langsung acara Apel Siaga Partai Demokrat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Wisma Haji, Kota Madiun, Senin (18/6.2018).

Dalam forum yang yang diikuti sekitar 1000 lebih  pengurus DPC Partai Demokrat se-Jatim dan para calon kepala daerah yang diusungnya ini. Tampak hadir juga Emil Elestianto Dardak Calon Wakil Gubernur Jatim ikut mendampingi SBY.

Dalam kesempatan itu, SBY memberikan arahan mengenai situasi politik terkini mendekati pencoblosan, 27 Juni mendatang. Meski digelar tertutup, SBY masih memberikan tiga pesan khusus.

baca juga : SBY Kunjungan Politik di Jatim untuk Khofifah-Emil

Pesan pertama, SBY menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus Partai Demokrat seluruh Jatim serta para calon kepala daerah yang diusungnya agar bisa berkompetisi secara ksatria dengan cara-cara yang jujur dan adil.

“Saya instruksikan kepada jajaran Partai Demokrat Jatim dan juga para pasangan calon kepada daerah baik cagub dan cawagub Bupati-wakil Bupati, dan Wali kota wakil Wali kota untuk melakukan kompetisi secara kesatria dan benar-benar menjalankan kompetensi yang jujur dan adil,” ujarnya dalam jumpa pers usai acara apel yang juga didampingi oleh cawagub Jatim nomor urut 1, Emil Elestianto Dardak.

“Saya tekankan seperti itu karena saya tahu yang dicalonkan maupun didukung partai Demokrat adalah kader-kader yang yang cakap, handal dan punya kemampuan yang baik untuk memimpin daerah apakah Gubernur, Bupati, Wali kota beserta wakil-wakilnya. Oleh karena itu dengan modal seperti itu tinggalah berjuang dan berikhtiar dengan baik,” lanjut SBY yang di pilgub Jatim ini mengusung pasangan calon Khofifah-Emil.

SBY juga mengimbau kepada para calon kepala daerah yang diusungnya untuk tidak banyak mengumbar janji-janji yang mustahil direalisasikan. Menurutnya, rakyat saat ini mengharapkan pemimpin yang berhasil mewujudkan semua janji-janji politiknya.

“Saya berpesan pula, jangan berjanji yang berlebihan dan muluk-muluk yang justru sulit diwujudkannya, karena rakyat tidak mengharapkan itu. Rakyat ingin pemimpin-pemimpin yang kelak adalah pemimpin satunya antara kata dan perbuatan. Apa yang dijanjikan itu juga yang dilaksanakan,” imbaunya.

Pesan kedua, SBY juga mengimbau kepada seluruh paslon yang diusung oleh partai atau paslon yang menjadi kompetitor paslon Demokrat agar juga melaksanakan pesta demokrasi secara sehat sebagaimana yang dilakukan oleh paslon dari partai Demokrat.

“Dari tanah Madiun Jawa Timur ini pula saya berharap dan menyerukan kepada Paslon lain yang diusung partai lain yang akan berkompetisi dengan kader partai Demokrat juga melakukan hal yang sama. Semuanya memiliki kewajiban etika dan moral untuk berkompetisi dengan fair kesatria dan sehat. Kalau itu terjadi indah demokrasi dan rakyat kita akan senang,” lanjut SBY.

Sementara pesan ketiga, SBY meminta kepada negara dan seluruh unsur elemennya seperti Badan Intelijen Negara (BIN) Kepolisian dan TNI untuk tetap netral. Sebab, SBY mengaku dirinya telah banyak mendapatkan informasi adanya tanda-tanda yang menginginkan aparat negara tidak netral.

“Yang ketiga, ini sangat penting. Saya yang pernah memimpin negeri ini. Sungguh berharap agar negara netral, aparat negara netral dan tidak berpihak dan mengikuti aturan konstitusional, undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan oleh KPU. Termasuk mereka, elemen-elemen yang berasal dari pemerintah dan juga elemen dari BIN, Kepolisian dan TNI,” pungkasnya. Kehadiran SBY di Madiun ini selain konsolidasi dengan seluruh organ Partai Demokrat, juga melakukan pertemuan bersama pendekar-pendekar dari seluruh perguruan Silat di Madiun.bdo

LEAVE A REPLY