Din Prihatin Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden

0
215

JAKARTA, Nawacita  — Sebuah video yang memperlihatkan kerumunan massa aksi berkaus #2019GantiPresiden mengacung-acungkan lembaran uang ke seorang pria dan seorang ibu berkaus #DiaSibukKerja mendadak viral di dunia maya.

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin prihatin terhadap aksi-aksi yang menimbulkan perpecahan bangsa seperti kasus dugaan intimidasi tersebut.

“Saya prihatin dengan gejala bersifat dialektik yangmenimbulkan perpecahan bangsa ini semakin dalam. Kalau bisa hal-hal semacam itu dapat dihindari,” ujar Din saat ditemui Republika.co.id , usai menyambut Grand Syeikh Al Azhar, di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Ahad (29/5) malam.

Menurut Din, kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi dan semua pihak bisa mengendalikan diri. Jika pun ada perbedaan, menurut Din, maka harus bisa diselesaikan melalui mekanisme konstitusi.

“Masing-masing pihak mengendalikan diri, kalau ada perbedaan aspirasi politik sebenarnya sah-sah saja. Dan bagusnya hal itu diselenggarakan dengan mekanisme konstitusi, itulah pemilu, pilpres,” ucapnya.

Din menegaskan bahwa dirinya tidak membela salah satu pihak dalam kasus tersebut. Namun, menurut Din, masyarakat saat ini cenderung mengabaikan etika politik. Jika terus terjadi gejala dialektika antar dua kubu pendukung salah satu calon, kata Din, maka tidak mustahil akan menimbulkan perpecahan bangsa.

“Yang kita ke depankan etika, sebaiknya istilah-istilah yang nggak lazim jangan dipakai ya, seperti label-label saling menjelekkan, atau label-label sinis yang berkonotasi menjelekkan. Bangsa ini memerlukan etika politik. Silahkan berbeda pendapat, itu sah,”  kata Din.

Sebuah video yang memperlihatkan kerumunan orang berkaus #2019GantiPresiden mengintimidasi beberapa orang berkaus #DiaSibukKerja mendadak viral di dunia maya. Aksi tersebut diketahui terjadi pagi tadi Ahad (29/4) pada saat Car Free Day (CFD) di Thamrin, Jakarta Pusat, tengah berlangsung.

Video pertama terlihat seorang pria mengacung-acungkan beberapa lembar uang seratus ribuan ke arah seorang pria berkaos #DiaSibukKerja. “Dibayar berapa ini?” tanya seseorang pria kepada pria berkaus #DiaSibukKerja. Sembari berjalan pria bertopi berkaos #DiaSibukKerja menjawab bahwa dirinya tidak dibayar.

“Nggak, nggak, nggak dibayar,” kata pria tersebut seraya menggelengkan kepala.

Video kedua memperlihatkan seorang ibu bersama seorang anak pria dikelilingi dan disoraki massa berkaus #2019GantiPresiden. Di dalam video tersebut terlihat anak dari ibu tersebut menangis ketakutan.

“Kita nggak takut, kita benar. Kita nggak akan pernah takut,” kata si ibu kepada anaknya yang ketakutan karena ibunya dikerumuni massa berkaos #2019GantiPresiden tersebut.

Ahad pagi CFD Thamrin dipenuhi massa berkaus #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja di sekitaran Bundaran HI, Thamrin, Jakarta. Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Roma Hutajulu mengatakan, kepolisian akan memeriksa tindakan yang diduga mengintimidasi tersebut “Jadi saya ada yang nanya, mengintimidasi kalau menurut mereka. Ini kita lagi lakukan penyelidikan,” ujar dia saat dihubungi, Ahad (29/4).

rpblk

LEAVE A REPLY