Golkar Yakin SBY Hanya Ingin Cawapres Baru, Capresnya Tetap Jokowi

0
243
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
Nawacita – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keyakinannya soal pemimpin baru di Pilpres 2019 nanti. Ia menyampaikan harapannya itu bersamaan dengan jaminan bahwa Demokrat akan mengusung capres dan cawapres di 2019.
Pernyataan SBY tersebut mendapatkan banyak tanggapan dari sejumlah elite parpol lain. Tak terkecuali dari partai yang sudah mendukung Jokowi di pilpres mendatang yaitu Golkar. Wasekjen Golkar Muhammad Sarmudji menilai saat ini SBY sedang bermain sinyal.
Dalam konteks ini, Sarmudji menilai yang dimaksud pemimpin baru adalah cawapres baru, bukan capres.
“Bukan presiden baru. Pak SBY masih bermain sinyal. Bahasa tersebut belum merupakan bahasa yang terang karena masih bisa diterjemahkan adanya wakil presiden baru, bukan presiden baru,” kata Sarmudji kepada wartawan, Senin (23/4).
Ia menjelaskan sinyal tersebut sedang dimainkan SBY karena tidak dinyatakan di forum kepartaian. Melainkan di hadapan para alim ulama.
Statement lepas dari pimpinan parpol mana pun yang tidak dibuat dalam bentuk keputusan forum permusyawaratan partai maka paling jauh hanya memberi isyarat kemungkinan, bukan kepastian,” jelasnya.
“Apalagi soal pengusungan capres-cawapres ini masih cukup panjang waktunya, sehingga dinamikanya pun cukup tinggi, termasuk perubahan sikapnya ketika yang disampaikan bukan merupakan keputusan resmi partai,” lanjutnya.
Terkait dengan sikap politik Demokrat sekarang, Golkar menyerahkan sepenuhnya pada internal partai tersebut. Termasuk apakah ingin bergabung dengan partai koalisi pendukung Jokowi atau memilih untuk mendukung calon lain.
“Dalam konteks pemahaman berbasis kemungkinan seperti itulah yang disampaikan oleh Pak SBY harus dipahami. Soal gabung itu sepenuhnya kita serahkan kepada Demokrat. Toh, koalisi pengusung Pak Jokowi sudah lebih dari cukup,” pungkasnya.
kmp

LEAVE A REPLY