EMPAT PILAR KEBANGSAAN WUJUD NILAI KEMAJEMUKAN

0
194

Nawacita (Sumenep) – MPR RI menggelar Rapat dengar Pendapat (RDP) empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan ini digelar pada Kamis (19/4) di Sumenep. Dihadiri oleh Moh. Nizar Zahro (Anggota Komisi X DPR RI), tokoh masyarakt, para guru, serta serta sejumlah organisasi kemasyarakatan, organisasi agama, dan kepemudaan serta pelajar yang ada di Kabupaten Sumenep.

Moh. Nizar Zahro menyampaikan bahwa 4 pilar kebangsaan tersebut merupakan alat perekat kesatuan dan persatuan bangsa yang mesti dipahami secara utuh sehingga mampu mewujudkan nilai-nilai kebersamaan dari keberagaman dan kemajemukan.

“Kita semua harus menjaga pilar-pilar ini agar kita semua sadar bahwa kebhinekaan ini diikat dengan tunggal ika sebagai usaha tetap mempertahankan keutuhan NKRI,” ujarnya.

Politisi dari fraksi Partai Gerindra ini mengatakan 4 pilar merupakan finalisasi dari wujud kebangsaan negara Indonesia. Tidak perlu lagi untuk diragukan, dan diperlukan pemantapan kepada anak-anak bangsa agar tetap dalam koridor negara kesatuan republik indonesia.

“semua elemen bangsa harus komitmen dalam memahami 4 pilar kebangsaan. Apalagi generasi muda, sebab mereka, penerus masa depan bangsa yang akan menjaga bangsa ini tetap berdiri tegak dan bersaing dengan bangsa-bangsa di dunia,” jelasnya.

Nizar juga menyatakan bahwa implementasi empat pilar kebangsaan merupakan senjata untuk menangkal disintegrasi bangsa. Empat pilar juga mampu mencegah paham radikal maupun komunisme. Karena itulah, guru merupakan instrumen penting dalam mengimplementasikan empat pilar kebangsaan. Sebab, guru berhubungan langsung dengan generasi masa depan bangsa.

“Karena itu, guru harus mampu mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi contoh bagi anak didiknya,” pungkasnya

LEAVE A REPLY