Wilayah Kalselteng Mati Listrik, PLN Prioritaskan UNBK

0
257
Ilustrasi
Ilustrasi
Banjarbaru, Nawacita – PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masih menyelesaikan proses penormalan Sistem Kelistrikan setelah terjadinya gangguan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) yang terjadi di jalur antara Gardu Induk (GI) Seberang Barito di Banjarmasin dan GI Selat yang terletak di Kuala Kapuas pada Selasa (3/4), pukul 22.29 WITA.
Deputi Manajer Hukum dan Humas, Yusfiansyah menjelaskan bahwa gangguan transmisi akibat sambaran petir tersebut menyebabkan terputusnya suplai listrik sebesar 59 Mega Watt (MW) serta mengakibatkan terjadinya over frekuensi pada sistem kelistrikan Kalselteng.
“Frekuensi berlebih tersebut menyebabkan sistem tidak stabil sehingga berdampak kepada empat unit PLTU Asam-Asam dan beberapa pembangkit lainnya mendadak berhenti beroperasi, serta beberapa Gardu Induk tidak dapat beroperasi menyuplai listrik”, ujar Yusfiansyah lewat siaran pers, Rabu (4/4).
Adapun langkah-langkah yang telah dan terus diupayakan PLN semenjak tadi malam, Selasa (3/4), melakukan proses pemulihan pada sistem secara bertahap mulai pukul 23.33 WITA. Secara bertahap PLN mulai menormalkan Gardu Induk (GI) mulai dari GI Cempaka, GO Ulin, GI Trisakti, GI Mantuil, GI Pelaihari, GI Asam-Asam, GI Tanjung, GI Buntok, GI Muara Teweh hingga GI Bangkanai secara bertahap.
“Sedangkan GI Palangka Raya, GI Selat, GI Mintin sampai dengan GI Sampit secara paralel sudah dapat dioperasikan mulai Rabu (4/4) pukul 02.12 WITA”, jelasnya.
PLTU Asam-Asam Unit 4 mulai dapat dioperasikan kembali pada Rabu (4/4) pukul 04.35 WITA dan diikuti oleh PLTU Asam-Asam Unit 1, 2, dan 3 secara bertahap. Saat ini sedang dalah tahap penormalan pembebanan PLTU secara penuh.
”Proses pembebanan PLTU memang memerlukan waktu untuk dapat secara penuh menyuplai listrik. Sejauh ini proses pembebanan masih berjalan lancar,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), PLN telah memiliki daftar sekolah penyelenggara berdasarkan masing-masing jaringan distribusi listriknya, sehingga pada pagi ini apabila suplai listrik dari pembangkit belum optimal, PLN akan memprioritaskan terlebih dahulu suplai listrik kepada sekolah tersebut.
“Petugas kami disetiap area telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan panitia pelaksanaan UNBK terkait penyediaan back up genset sebagai rencana cadangan apabila suplai listrik belum dapat secara penuh menyuplai sekolahan yang bersangkutan,” ujarnya.
Menurutnya PLN akan terus mengupayakan agar pelaksanaan UNBK pada hari ini tetap dapat berjalan baik. Paralel dengan hal tersebut saat ini PLN juga terus mengoptimalkan pembebanan pembangkit, sehingga diharapkan seluruh pembangkit secara penuh dapat menyuplai listrik kembali kepada pelanggan.
kumparan

LEAVE A REPLY