Menilik Proses Pembuatan Batik Ibu-ibu Rusun Pulo Gebang

0
750
Ilustrasi Membatik
Ilustrasi Membatik

Jakarta, Nawacita – Suara riuh anak-anak bermain menemani kegiatan membatik ibu-ibu penghuni Rusunawa Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur pada Selasa (27/3) siang. Sekitar 20 ibu-ibu duduk melingkar di dalam aula dengan kain bermotif di tangan.

Adeliya (45), duduk bersila di atas tikar menjadi salah satu ibu yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Di permukaan kain putih itu, terdapat garis-garis dari pensil membentuk motif bungan dan garis dengan titik-titik.

Kompor dengan panci berisi lilin yang tengah dimasak, Adeliya menjelaskan proses pembuatan batik dari awal hingga akhir.

Menyanting merupakan proses kedua yang menggunakan lilin panas. Untuk menyanting, lilin memang harus dipanaskan selama beberapa saat hingga berubah menjadi warna coklat.

Alat canting yang digunakan umumnya terbuat dari kayu bambu dan besi. Lilin panas dimasukkan ke dalam rongga canting untuk menimpa garis-garis motif di kain. Dengan kata lain, menyanting adalah menggambar motif batik menggunakan lilin panas.

“Lilinnya harus dimasak sepanjang proses, karena cepat mengeras,” ungkapnya.

Proses menyanting harus dilakukan di dua sisi kain, agar garis yang membentuk motif benar-benar tertutup lilin.

Adeliya menyebut menyanting merupakan tahapan paling sulit dalam proses membuat kain batik. “Proses menyanting membutuhkan kesabaran,” tandasnya.

Tahap berikutnya, kain dicelupkan ke dalam pewarna teksti. Pemilihan pewarna disesuaikan dengan warna latar belakang yang dipilih oleh pembuat batik. Adeliya misalnya, menginginkan layar belakang berwarna coklat, maka ia mencelukan kain ke dalam pewarna tekstil coklat.

 

Menggambar motif batik menggunakan pensil di atas kain jadi tahap awal dari proses panjang pembuatan batik. Untuk memudahkan, ibu-ibu biasanya menggunakan teknik menjiplak gambar dari satu motif yang sama.

“Setelah itu dicanting,” ucap Adeliya menjelaskan proses berikutnya.

Kain batik jadi, namun proses belum usai. Di tahap ini, pembuat batik bisa menentukan akan dijadikan apa kain buatannya. Umumnya, kain batik dipotong dan dijahit sesuai rancangan untuk dijadikan rok, kemeja, hingga pakaian lain.

Aktivitas baru penambah penghasilan

Adeliya mengakui jika membatik membutuhkan waktu belajar yang cukup lama dan kesabaran tinggi. Namun, ia menikmati proses tersebut lantaran menggemari aktivitas kerajinan tangan sejak lama.

Kegiatan membatik diakuinya bisa menjadi sumber penghasilan baru dari hal yang digemarinya. “Menambah penghasilan juga, kan,” ucapnya.

Senada, Haji Risma (39), penghuni lainnya mengaku memiliki penghasilan tambahan sambil menekuni pekerjaannya sebagai penjual kerupuk. Baik Adeliya maupun Risma mengaku tertarik untuk mempelajari lebih lanjut kemampuannya membatik, termasuk jalur pemasaran online.

Jalur penjualan online yang sedang naik daun menurut keduanya jadi sarana yan bisa menampung hasil kerajinan laik jual. “Sekarang kan online lagi booming. Biar menambah penghasilan juga,” ucap Adeliya.

cnnindonesia

LEAVE A REPLY