Kebakaran Penjara di Venezuela Tewaskan 68 Orang

0
641
Suasana Kebakaran Di Penjara Venezuela
Suasana Kebakaran Di Penjara Venezuela

Jakarta, Nawacita – Kebakaran di penjara negara bagian Carabobo, Venezuelamenewaskan 68 orang, Rabu (28/3). Kebakaran diduga terjadi saat sejumlah narapidana mencoba kabur dari penjara.

Dari puluhan korban tewas, dua di antaranya dilaporkan merupakan wanita yang tengah mengunjungi keluarga di penjara tersebut.

Pemimpin organisasi pemerhati hak narapidana Una Ventana a la Libertad atau Jendela Kebebasan, Carlos Nieto, mengatakan beberapa napi membakar matras, mencuri sejumlah senjata milik petugas, dan mencoba kabur.

Api dilaporkan terus membesar dan meluas tanpa bisa dikendalikan. Nieto memaparkan sebagian besar korban tewas terbakar dan beberapa lainnya meninggal karena kekurangan oksigen.

Sebuah video yang beredar di Twitter menunjukkan puluhan warga di luar penjara mendesak petugas segera memberikan informasi mengenai keadaan orang di dalam.

“Saya putus asa. Anak laki-laki saya sudah berada di penjara ini sejak seminggu lalu. Saya belum dapat kabar mengenai keadaannya di dalam sekarang,” ucap Dora Blanco, seorang ibu yang hendak menjenguk anaknya di pusat penahanan itu, kepada AFP.

Sejumlah kerabat dan keluarga para napi bahkan sempat memaksa masuk ke penjara menerobos penjagaan ketat kepolisian. Bentrokan sempat terjadi di luar penjara hingga melukai seorang petugas.

Polisi akhirnya membubarkan kerumunan menggunakan gas air mata.

Otoritas berwenang menyatakan telah menunjuk empat jaksa guna menyelidiki salah satu insiden mematikan di penjara Venezuela yang tak jarang kelebihan kapasitas itu.

“Mengingat kejadian mengerikan yang terjadi di markas kepolisian Carabobo, di mana 68 orang tewas dalam api, kami telah menunjuk empat jaksa untuk menyelidiki peristiwa ini,” ucap Kepala Jaksa Venezuela William Saab melalui kicauannya di Twitter, Kamis (29/3).

Di tengah krisis politik dan ekonomi yang kian memburuk, penanganan lembaga pemasyarakatan di negara Amerika Latin itu menjadi kurang diperhatikan.

Sebagian penjara di sana bahkan dilaporkan menampung para napi lima kali lipat dari kapasitas yang seharusnya. Rumah tahanan di Venezuela juga kerap kekurangan pasokan kebutuhan dasar bagi para napinya.

Pada 2017 lalu, Una Ventana a la Libertad mencatat 65 narapidana meninggal di sel tahanan karena kekerasan, kekurangan gizi, atau menderita penyakit seperti tuberkolosis (TBC).

cnnindonesia

LEAVE A REPLY