Hari Puisi Sedunia Ramaikan Linimasa

0
364
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, Nawacita – Tak banyak yang mengetahui bahwa setiap tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Puisi Sedunia (World PoetryDay). Ucapan dari warganet pun meramaikan linimasa.

Pencanangan tanggal 21 Maret setiap tahunnya sebagai Hari Puisi Sedunia merupakan inisiasi dari badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengurusi isu budaya, UNESCO.

Disahkan pada November 1999, peresmian tanggal 21 Maret sebagai Hari Puisi Sedunia dimulai sejak tahun 2000.

Sama seperti tujuan peringatan Hari Dongeng Sedunia yang jatuh kemarin, setiap 20 Maret, puisi juga dipandang sebagai salah satu metode bertutur lisan (oral) yang penting dalam berkomunikasi dan mempertahankan kultur selama ratusan generasi.

Dalam situs resminya, PBB mengatakan bahwa puisi merupakan medium yang bisa menyampaikan pesan kemanusiaan tanpa terkungkung oleh batasan geografi dan budaya. Puisi juga bisa menyampaikan perasaan paling personal yang tersusun dalam kaedah estetika bertutur dan memiliki nilai seni.

Warganet pun tidak ketinggalan berpartisipasi memperingati Hari Puisi Sedunia. Di antara mereka ada yang mencuitkan puisi buatan mereka sendiri.

“Maka tak perlu kau risau jika mereka melihatmu menyedihkan saat kau tulis puisimu. Tak perlu kau takut jika mereka melihatmu kesepian saat kau tersenyum dengan bukumu. Tak perlu. Duniamu milikmu. Salam aksara. #haripuisisedunia,” cuit @ecaaaakk

“Apa yang terjadi? sungguh lantunan air mengalir dalam nadi, buta akan dentungan takdir ini, tersirat hanya tanda-tanda sang Maha Ilahi #HariPuisiSedunia,” cuit @Aamir_LP

“Berpuisilah dengan penuh penjiwaan Karena puisi tak hanya melulu tentang kata Selebihnya, biar para pembaca yang mengartikan Dari setiap kata yang syarat akan makna #haripuisisedunia,” cuit @TansahGusti

“Shall I compare thee to a summers day? Thou art more lovely and more temperate. Rough winds do shake the darling buds of May, And summers lease hath all too short a date. – Shakespeare, Sonnet 18,” tulis @ClaireBearStory mengutip puisi pujangga terkenal Inggris, Shakespeare.

“Terimalah dirimu sendiri sebagai puisimu sendiri. Kamu tak butuh lagi penyair untuk menulisnya. Kamu hanya butuh menerima dirimu. Dunia tak perlu mengerti. Tinta bisa berupa apa saja. Berpuisilah sesuka hatimu, seduka hatimu,” tulis @Zamzaminr.

inilah

LEAVE A REPLY