Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Akan Jadi Cawapres Jokowi

0
321

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 November 2016. Keduanya sedang menikmati sajian makan siang. Dok. Biro Pers Istana Kepresidenan


Nawacita.co –  Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Puyono mengatakan bahwa Joko Widodo (Jokowi) akan melawan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (pilpres) 2019. Sementara terkait adanya saran Jokowi bersama Prabowo itu hanya berdasarkan dari rilis lembaga survei yang diragukan kebenarannya.

“Yang pasti Jokowi akan berhadapan dengan Prabowo Subianto. Ini jelas dan clear. Kalau ada wacana yang dibuat oleh lembaga survey yang mengatakan Prabowo harus menjadi wakil Jokowi itu bukan ukuran kami,” kata Arief dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Sabtu (3/3) petang.

Menurut dia, hasil dari lembaga survey itu bukan menjadi tolak ukur Gerindra. Karena banyak juga lembaga survey yang mendapatkan kecelakaan.

“Itu terjadi pada saat Pilkada DKI Jakarta 2017. Artinya bagaimana mereka menilai nasional, sedangkan menilai Jakarta aja salah,” ujarnya.

Menurut dia, akan sangat berbahaya bagi bangsa kalau Jokowi disandingkan dengan Prabowo. Karena nanti tidak ada lawan Jokowi di pilpres 2019.

“Mulailah sekarang seluruh lembaga survey yang mengatakan Prabowo menjadi wakil Jokowi. Saya katakan tidak bisa karena itu sangat berbahaya bagi negara ini. Kalau Prabowo sama Jokowi berpasangan atau sebaliknya, dan tidak ada lawannya, maka nanti Jokowi akan melawan kaleng kosong. Bisa pecah negeri ini,” ucapnya.

Ia menilai rencana untuk memasangkan Jokowi dengan Prabowo merupakan keinginan dari pihak asing. Sehingga pada nantinya calon presiden 2019 hanya satu pasangan.

“Kalimantan Barat bisa merdeka, Kalimantan Timur bisa merdeka. Jadi ini yang harus kita sadari dan kita ingatkan kepada groupnya Joko Widodo, jangan memaksakan diri. Saya enggak tau apakah ini agenda asing ya,” tambah dia.

Lebih lanjut dikatakannya, pada pemilu 5 tahunan, Jokowi harus mencari calon pendampingnya untuk menjadi cawapres yang berlatarbelakang TNI, karena untuk meredam isu SARA yang pernah terjadi selama ini.

Sementara terkait pencapresan Prabowo, Arief menegaskan bahwa seluruh kader partai Gerindra meminta mantan Danjen Kopassus itu untuk menjadi capres 2019.
“Kalau untuk Pak Prabowo, saya tegaskan, bahwa seluruh kader Gerindra, seluruh pimpinan Gerindra sudah memintanya untuk maju sebagai calon Presiden di Pilpres 2019. Itu amanat kita kepada pak prabowo,” tegasnya.

“Dan pak Probowo sendiri tidak pernah mengamini menjadi cawapresnya Joko Widodo,” jelasnya.

Akrt

LEAVE A REPLY