Buwas Tak Permasalahkan Penggantinya Dari Luar BNN

0
296
Irjen Pol Heru Winarko dan Komjen Pol Budi Waseso (Buwas)
Irjen Pol Heru Winarko dan Komjen Pol Budi Waseso (Buwas)

Jakarta, NawacitaKomjen Pol Budi Waseso (Buwas) menilai tidak masalah penggantinya sebagai Kepala BNN dari luar institusi tersebut. Namun, orang yang ditunjuk itu telah memenuhi syarat sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Nah, kalau memenuhi persyaratan sebetulnya tidak ya dan UU mengatur pejabat BNN,” kata Buwas di Istana Negara, Kamis (1/3/2018).

Ia mengatakan Irjen Pol Heru Winarko yang ditunjuk sebagai penggantinya jadi Kepala BNN oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan pilihan terbaik yang sudah menjadi kriteria, tentu pilihan tersebut juga lebih baik darinya dan itu menjadi harapan semuanya.

“Karena menghadapi narkotika itu memang harus orang-orang yang memang memiliki integritas dan mental yang bagus, profesional,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Menurut dia, sebenarnya persyaratan menjadi Kepala BNN itu mutlak 2 tahun berturut-turut pernah tugas di bidang narkotika atau BNN, 5 tahun sebagai penyidik. Memang, 5 tahunnya terpenuhi tapi 2 tahun berturut-turunya di bidang narkotika yang belum.

“Seperti halnya saya adalah Kabareskrim pada saat itu terus ditunjuk sebagai kepala BNN. Tapi kalau nanti beliau dengan gigih mau mendalami permasalahan narkotika, selama dia punya komitmen yang kuat, integritas yang kuat ya, bisa ya,” jelas dia.

Karena, kata Buwas, masalah narkotika ini memang tidak mudah dan pekerjaan yang sulit selama ia menjadi polisi. Sebab, persoalan narkotika ini suda menjadi persoalan internasional khususnya di negara Indonesia.

“Tapi yakinlah, kita BNN akan terus berkomitmen menangani masalah narkotika. Target kita ingin Indonesia lepas dari permasalahan narkotika, karena ancamannya generasi muda kita, anak-anak kita yang pada akhirnya menyangkut generasi masa depan negara kita dan menyangkut nasib negara kita ke depan,” katanya.

Untuk itu, Buwas akan menitipkan program khusus kepada Heru karena itu harus dilanjutkan dan ditingkatkan mengingat banyak hal yang harus dibenahi termasuk kemampuan-kemampuan yang perlu ditingkatkan.

“Kemarin kita sudah berhasil membuat laboratorium narkotika nasional, laboratorium itu milik Indonesia, itu nasional, tarafnya internasional,” katanya.

Nanti persyaratan dari KPU juga setiap pemilihan Pilkada termasuk Pilpres itu harus ada pemeriksaan laboratorium dan harus bebas narkotika.

“Laboratorium itu nanti hanya ada keterangan yang dikeluarkan dari BNN. Karena laboratorium khusus masalah narkotika,” tandasnya.

inlh

LEAVE A REPLY