Menhub Budi Sebut SOP Proyek Infrastruktur Abaikan Keselamatan

0
250
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Jakarta, NawacitaMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menduga robohnya tiang girder di proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) lantaran pekerjanya kelebihan jam kerja (over work).

Meski belum menerima laporan terkait hal tersebut, Budi menyebut, ada indikasi salah satu alasan dari kecelakaan konstruksi, karena pekerja yang kelebihan jam kerja. “Untuk pekerjaan itu kan saya belum dapat report untuk overwork, tapi indikasi itu ada,” ungkapnya di Kantor kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Budi menilai, Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku selama ini, jelas-jelas tidak memenuhi ketentuan keselamatan. “Dalam penghentian sementara ini, nanti diminta semua kontraktor itu mengajukan SOP yang baru karena kita yakini SOP lama tidak memenuhi ketentuan keselamatan,” sambungnya.

Pihaknya pun berencana untuk mengatur SOP agar memenuhi standar. Ia memberi contoh seperti pembagian waktu kerja hingga pengawasan.

“Dalam SOP pasti ada beberapa hak dipenuhi, seperti mempekerjakan pekerja apakah 2 shift, 3 shift, bagaimana perlakuan istirahat, bagaimana perlakukan pengawasan itu semua ada. Jadi artinya kita akan menilik lagi SOP,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan sanksi Budi mengatakan, kemenhub akan secara tepat memutuskan. Sebab ia tidak ingin mengambil keputusan secara gegabah.

“Kita tidak mau gegabah langsung sanksi semua, kita lihat lebih dalam yang salah konsultan pengawasan atau kontraktor. Konsultan itu institusi atau orangnya karena ini kan pekerjaan profesional, kita harus memilah pada satu ranah dan bagian yang tepat,” imbuhnya.

“Jangan kontraktor langsung diberikan pinalti, padahal dia ikuti anjuran dari perencana dan pengawasan, jadi tidak salah. Mesti ada mitigasi tertentu,” tutupnya.

inlh

LEAVE A REPLY