Senator Asal Jawa Timur, Ahmad Nawardi Menemui Keluarga Guru yang Tewas Dianiaya Muridnya

0
593
Wakil Ketua Komite II DPD RI, Ahmad Nawardi.
Wakil Ketua Komite II DPD RI, Ahmad Nawardi.

SAMPANG ,Nawacita.co – Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Jawa Timur, H. Ahmad Nawardi S.Ag, menemui keluarga Ahmad Budi Cahyanto, seorang guru honorer SMAN 1 Torjun, Sampang, yang meninggal dunia di tangan muridnya. Ia menyampaikan duka cita pada keluarga korban. Peristiwa yang mencoreng wajah pendidikan ini dinilainya tidak patut. Apalagi, kejadian tersebut baru kali pertama di Dunia Pendidikan.

Menurutnya hal itu tidak boleh sampai terulang lagi. Pada keluarga korban, Nawardi merasa perihatin karena Korban merupakan guru kesenian yang sudah mengabdi lima tahun di sekolahan tempatnya mengajar. Sedangkan, Bapak korban sendiri, M. Satuman Asari, juga merupakan honorer selama lima belas tahun. Jadi, menurut Nawardi, mereka merupakan keluarga guru honorer. Artinya, lanjutnya, ini keluarga benar-benar mengabdi untuk pendidikan. Hal seperti itu, harusnya menjadi perhatian oleh Menteri Pendidikan.

“Menteri pendidikan biar memperhatikan peristiwa ini. Apalagi, korban ini dari keluarga yang memang mengabdi untuk pendidikan. Korban dan Bapaknya adalah guru honorer sudah tahunan,” ujar Senator asal Madura itu pada Jumat, 2 Februari 2018.

Dia menambahkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Katanya, pendidikan moral harus diperhatikan. Sebab menurutnya, dengan penanaman moral yang baik pada peserta didik, akan menjadikan mereka punya karakter yang baik. Di samping itu, pendidikan agama untuk menanamkan perilaku yang santun. Karena, menurutnya, seorang Murid itu harus tawadu’ pada guru. Dan, berlaku santun pada orang tua serta pada siapa saja.

“Pendidikan karakter penting ditanamkan,” ujar pria yang sehari-harinya berpenampilan sederhana itu.

Seperti yang diketahui, pembunuhan terhadap guru SMAN 1 pada hari Kamis, 2 Februari 2018 itu membuat gempar masyarakat. Karena baru kali pertama, seorang guru tewas dianiaya muridnya sendiri. Menurut keterangan ayah Cahyanto, Satuman, korban seorang guru kesenian. Dan, saat ini korban meninggalkan istri yang sedang hamil baru lima bulan. “Sekarang ini istrinya hamil lima bulan,” tutur Satuman waktu ditemui di rumahnya, Desa Tanggumung, Kecamatan Kota Sampang, Kabupaten Sampang Jumat (2/2/2018).

D.C

 

Baca Juga:

LEAVE A REPLY