Mensos Idrus Marham Tak Rela PKH dipakai Kampanye Pilkada

0
1089
Idrus Marham resmi menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos)
Idrus Marham dan Khofifah Indar Parawansa saat baru dilantik Menteri Sosial (Mensos)

Jakarta, nawacita – Sosialisasi program Kementerian Sosial khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) diharapkan tidak melibatkan kandidat yang akan maju di Pilkada 2018 sebagai calon gubernur, bupati, walikota maupun calon wakilnya.

Kepada wartawan di Jakarta, Rabu (31/1/2018), Idrus Marham menjelaskan bahwa dia mendapat laporan bahwa Khofifah Indar Parawansa mantan Mensos hadir dalam acara rapat koordinasi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2018 Provinsi Jawa Timur di salah satu Villa di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (30/1/2012).

Menurut informasi yang disampaikan kepada Idrus, bakal calon Gubernur Jatim itu diundang dalam kapasitas sebagai mantan Mensos. Pihak pengundangnya adalah perkumpulan dan koordinator PKH seluruh Jawa Timur. “Sudah saya cek, itu murni inisiatif Pendamping PKH, bukan kegiatan Kemensos,” jelasnya.

Menurut Idrus, Alasan itu sah-sah saja. Tapi harus diingat, Khofifah itu sebagai perserta Pilgub Jatim sehingga bisa menimbulkan intepretasi seakan pemerintah dalam hal ini Kemensos memihak calon tertentu, lagi pula tidak ada untungnya bagi Khofifah.

“Gus Ipul itu teman baik saya, demikian pula Mbak Khofifah, saya ingin Pilgub Jatim berlangsung demokratis, tetap menjaga silaturahmi. Mbak Khofifah dan Gus Ipul silakan berkompetisi secara sehat,” pesan Idrus Marham.

Sementara Siti Zuhro peneliti dan pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berpendapat bukan hanya Khofifah, tapi semua peserta Pilkada harus bisa menahan diri, jangan membuat trik politik yang tidak beretika dengan menghalalkan segala cara. Ini penting supaya Pulkada berlangsung aman tidak menyisakan kerawanan.

Secara terpisah, Arief Budiman Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan, karena Khofifah belum ditetapkan sebagai calon Gubernur Jatim, KPU maupun Panwaslu belum bisa melakukan tindakan apapun.

“Tapi kalau Bu Khofifah sengaja hadir dengan niat tertentu yang ada kaitannya dengan Pilgub Jatim yang diikutinya, masyarakat akan memberikan penilaian tersendiri,” kata Ketua KPU melalui pesan tertulis. (jos/ss)

LEAVE A REPLY