BPS: Neraca Dagang Desember 2017 Tekor US$0,27 M

0
283
Badan Pusat Statistik (BPS).
Badan Pusat Statistik (BPS).

Jakarta, NawacitaBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia pada bulan Desember 2017 mengalami defisit sebesar US$0,27 miliar, angka tersebut didapat lantaran nilai ekspor lebih rendah ketimbang nilai impor yang lebih tinggi.

Pada bulan tersebut nilai ekspor Indonesia mencapai US$14,79 miliar, sementara untuk impor mencapai US$15,06 miliar sehingga didapat angka defisit sebesar US$0,27 miliar.

“Desember 2017 neraca dagang Indonesia mengalami defisit sebesar US$0,27 miliar,” kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto saat konfrensi pers di Kantornya, Senin (15/1/2018).

Kecuk mengungkapkan defisitnya neraca dagang dipenghujung tahun 2017 tersebut dikarenakan merosotnya nilai ekspor migas terutama harga minyak yang terus berfluktuatif “Defisit dipicu surplus nonmigas US$774,7 juta dan defisit migas US$1,044 miliar,” katanya.

Meski mengalami defisit, Kecuk tetap bangga lantaran sepanjang tahun 2017 total neraca dagang Indonesia mengalami surplus sebesar US$11,84 miliar. “Defisit ini sama dengan Juli 2017 sedangkan selebihnya kita mengalami surplus sehingga sepanjang 2017 masih baik surplus US$11,84 miliar. Maka kita optimis surplus di 2018 akan lebih tinggi lagi,” ujar Kecuk.

Maka dari itu untuk tahun 2018 ini Kecuk meminta pemerintah berhatu-hati melihat gejolak harga minyak dunia yang berfluktuatif tajam, lantaran bisa mempengaruhi nilai eskpor dan neraca dagang. “Kita harus hati-hati harga minyak terus menunjukkan kenaikan,” jelasnya.

Adapun sepanjang tahun 2017 surplus US$11,84 miliar disebabkan oleh surplus non migas US$20,404 miliar dan defisit migas US$8,569 miliar.

Sementara itu, neraca perdagangan menurut negara, Indonesia mengalami defisit dengan China, Thailand, dan Australia karena seperempat ekspor Indonesia berasal dari China. “Tapi kita mengalami surplus dari India, AS dan Belanda,” katanya.

inlh

LEAVE A REPLY