Warga Padati Kuburan Massal Peringati 13 Tahun Tsunami Aceh

0
887
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Banda Aceh, Nawacita – Satu per satu warga berdatangan ke kuburan massal tsunami Ulee Lheu, Banda Aceh, sejak pagi hari ini. Sebuah tenda terpasang di sana untuk menampung ratusan warga yang menggelar doa bersama dalam peringatan 13 tahun peristiwa gempa dan tsunami Aceh pada 2004.

Seusai doa bersama yang difasilitasi Pemerintah Kota Banda Aceh, warga masih terus berdatangan. Mereka memilih tempat di hamparan rumput dalam kompleks kuburan massal seluas 15.800 meter persegi itu. Tanpa nisan, hanya beberapa batu hitam yang terdapat di sana. Sebagian warga ikut menabur bunga di sana.

“Saya telah datang sejak pagi, mendoakan anak saya yang menjadi korban tsunami 13 tahun lalu,” kata Khairul, warga yang datang bersama istri dan anaknya, di lokasi, Selasa, 26 Desember 2017.

Kini dia tinggal di perumahan bantuan di kawasan Neuhen, Aceh Besar. “Sekarang saya sudah menerima kenyataan tsunami lalu. Tapi doa untuk orang tua dan saudara tak boleh putus,” tutur Syukur.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, yang ikut berdoa bersama warga, menuturkan tsunami 13 lalu adalah cobaan bagi masyarakat Aceh, khususnya Banda Aceh. Ibu kota Provinsi Aceh itu telah lama bangkit dan terus berkembang untuk membangun kembali. “Bencana dapat menjadi pelajaran dan kita selalu lebih siaga ke depan,” katanya.

Selain di Ulee Lheu, kuburan massal korban tsunami lain yang banyak dikunjungi warga adalah di Siron dan Lhok Nga, Aceh Besar.

Bersamaan dengan peringatan 13 tahun tsunami Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) membunyikan alat sirene tsunami untuk uji dan pengecekan rutin. Alat itu dibunyikan tepat pukul 10.00 WIB pada enam lokasi tower, yakni Gampong Kajhu, Aceh Besar; Lhok Nga, Aceh Besar; Gampong Lam Awe, Aceh Besar; depan kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh; Gampong Lampulo, Banda Aceh; dan Gampong Blang Oi, Banda Aceh. Terkait dengan uji sirene tsunami tersebut, telah dilakukan sosialisasi sepekan sebelumnya agar masyarakat tidak panik.

tempo

LEAVE A REPLY