Selama 6 Bulan Tunggakan Iuran BPJS Pati Capai Rp 22,8 M

0
385

Jepara, Nawacita – Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Pati, membeberkan beban total tunggakan iuran peserta yang mencapai Rp 22,8 miliar. Angka ini dihitung dalam 6 bulan terakhir.

Pps Kepala Cabang BPJS Pati, Dody Pamungkas menyebutkan, angka tersebut merupakan total dari tiga Kabupaten yang dinaungai oleh BPJS cabang Pati, meliputi Kabupaten Pati, Rembang, dan Blora.

Di antaranya Pati sebanyak Rp 13,2 miliar, Blora senilai Rp 5,2 miliar, dan Rembang Rp 4,3 miliar. Dari jumlah total peserta, ada sekitar 49,6 % yang menunggak di 3 Kabupaten naungan BPJS pati tersebut.

“Nominal itu kita dapatkan dari jumlah total para peserta uang menunggak membayar. Ada yang selama 1 bulan menunggak, ada pula yang sampai 6 bulan menunggak. Kita akumulasikan totalnya Rp 22,8 miliar untuk wilayah Pati, Rembang dan Blora,” jelas Dody kepada wartawan dalam kegiatan Media Gathering BPJS di Hotel d’season Jepara, Kamis (30/11/17).

Dody menyebutkan, beberapa faktor menjadi pemicu seorang peserta tidak membayarkan iuran bulanan kepada BPJS. Bisa karena peserta tidak tahu prosedur sebenarnya, bisa pula karena peserta tidak mampu dari Dinas Sosial setempat, atau bahkan peserta yang lupa.

“Kita sudah aktif mengingatkan kepada peserta agar tepat waktu dalam membayarkan iuran, kita SMS atau kita hubungi. Tapi terkadang peserta ada yang lupa, atau bahkan tidak tahu kalau harus membayar iuran tiap bulannya. Tahunya ya pas awal itu saja membayarnya,” paparnya.

Guna menutup tunggakan tersebut, Dody mengaku akan mengusulkan anggaran dalam APBD 1 Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk turut membantu mengentaskan masalah tersebut. Bisa pula menggandeng CSR BUMN ataupun BUMD yang ada.

“Kita baru akan melangkah ke sana, kita susun usulan kita, kita ajukan kepada Pemda. Karena Pemda juga berkewajiban untuk turut mewujudkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” imbuh Dody.

Adapun BPJS bersama Pemerintah, telah menargetkan pada tanggal 31 Desember 2017 mendatang, seluruh masyarakat telah memiliki kartu BPJS. Tim dari BPJS bersama Pemerintah setempat akan blusukan untuk menambah kepesertaan masyarakat yang belum bergabung dengan BPJS.

“Sebenarnya, periode pembayaran iuran dilakukan pada tanggal 1 sampai 10 setiap bulannya. Kalau peserta tidak membayar lebih dari itu, aturan sebenarnya kartu yang mereka pegang sudah hangus. Namun selama ini penerapan itu belum secara merata,” pungkasnya.

dtk

LEAVE A REPLY