Masyarakat RI yang Melek Keuangan Baru 60%, Ini Target OJK

0
358
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, Nawacita – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan inklusi keuangan Indonesia pada tahun 2019 mendatang bisa sebesar 75%. Inklusi keuangan atau financial inclusive merujuk pada jumlah orang yang menjadi nasabah atau pengguna jasa keuangan di Indonesia, mulai dari bank hingga asuransi.

Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan, hal tersebut menjadi salah satu fokus OJK setelah menginjak usia ke-6 pada tahun ini. Mengejar target tersebut kurang dari dua tahun lagi, tingkat inklusi keuangan Indonesia saat ini baru mencapai kepala enam atau di angka sekitar 60%-an.

“Harapannya inklusi keuangan kita di 2019 bisa 75%. Masyarakat kecil sudah banyak yang akses ke perkreditan, meskipun masih banyak yang harus kita tingkatkan lagi. Inklusi keuangan kita sudah cukup bagus, sekarang sudah di atas 60 persen lah,” katanya saat ditemui di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Salah satu cara untuk mencapai target tersebut kata dia dengan mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih banyak ke masyarakat kecil, terutama di wilayah luar Jawa.

“KUR akan kita lebih konsentrasikan ke daerah terpencil di luar Jawa utamanya. Investasi bodong juga akan semakin kita awasi ketertarikan masyarakat akan iming-iming mendapatkan penghasilan yang tinggi dan instan,” ucapnya.

Tantangan lainnya ke depan yang tak kalah penting kata dia adalah meningkatkan opsi pembiayaan infrastruktur. Seperti diketahui pembangunan infrastruktur menjadi perhatian pemerintah saat ini dalam rangka pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

“Dan pasar modal juga akan kita lebih tingkatkan perannya untuk pembiayaan infrastruktur. Dengan menciptakan berbagai instrumen bagi korporasi besar yang bisa membiayai infrastruktur. Juga akses masyarakat kecil lebih banyak lagi, masyarakat yang tidak bisa akses sektor keuangan formal bisa kita fasilitasi,” tandasnya.

dtk

LEAVE A REPLY