Masa Produksi Garam Berakhir di Musim Hujan

0
451

Pamekasan, Nawacita – Masa produksi garam di berbagai sentra garam sudah mulai berakhir menyusul tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Madura, khususnya Pamekasan dan sekitarnya.

Memang masa produksi garam tahun ini terbilang cukup singkat, hanya saja produksi garam yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan garam konsumsi maupun aneka pangan dalam negeri.

“Dalam sepekan terakhir, curah hujan cukup tinggi di wilayah Madura dan Jawa. Sehingga rata-rata sentra garam sekaligus produksi garam sudah mulai berhenti,” kata Sekjen Asosiasi Petani Garam Republik Indonesia (APGRI) Faishal Baidlowi, Kamis (16/11/2017).

Berakhirnya musim produksi tersebut menandakan produksi garam tahun ini hanya berlangsung selama empat bulan, terhitung mulai akhir Juli hingga awal November (2017). “Idealnya masa produksi garam bisa mencapai lima hingga enam bulan, itu yang normal,” ungkapnya.

Pihaknya menilai sekalipun masa produksi terbilang singkat, bukan berarti tidak ada gangguan dalam proses produksi. Sebab hujan mulai turun pada awal Oktober (2017) sempat membuat produksi terganggu, sekalipun berakhir dengan hasil cukup memuaskan.

“Memang sejak awal Oktober lalu, produksi garam sempat tertunda kira-kira sepekan hingga 10 hari. Karena hujan mulai turun sejak awal Oktober, apalagi untuk meningkatkan air tua kita perlu waktu,” sambung pria yang akrab disapa Faishal.

Air tua merupakan sebutan air dengan derajat baume (be) yang sudah tinggi, sebab jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan tingkat kejenuhan air laut diukur dengan derajat be. “Umumnya air laut memiliki kejenuhan rata-rata 2,5 derajat be, sementara kristal garam baru terbentuk pada air dengan tingkat kejenuhan 24,5 hingga 29,5 derajat be,” jelasnya.

“Dengan menyusutnya waktu panen ini membuat produksi garam di estimasi hanya mencapai 1,3 hingga 1,d ton. Jika dibandingkan produksi 2014 dengan cuaca normal, produksi tahun ini memang jauh lebih kecil. Tapi produksi garam nasional mencapai 2,19 juta ton,” pungkasnya.

bj

LEAVE A REPLY