Menghindari Disintegrasi Bangsa

0
234

Untuk menghasilkan langkah-langkah strategis dalam hal menjaga wawasan kebangsaan kita diperlukan perhatian dari semua pihak, baik pemerintah maupun rakyat itu sendiri; dibutuhkan semacam kesamaan visi.

Hal itu disampaikan oleh Eddy Prabowo Pimpinan Badan Sosialisasi MPR RI. Ia mendiskripsikan, hal-hal yang perlu dikedepankan adalah, pertama, menjaga eksistensi wawasan kebangsaan itu sendiri sebagai cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui jalur formal dalam lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.

“Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) dan rasa cinta tanah air harus dikenalkan secara dini kepada anak-anak Indonesia melalui pendidikan sekolah dan perguruan tinggi sesuai dengan strata pendidikannya secara merata dan diwadahi melalui kurikulum pendidikan, misalnya dengan mengenalkan lagu-lagu nasional atau lagu kebangsaan, pengenalan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai Dasar Hukum Negara,’ ujarnya saat sosialisasi empat pilar MPR RI (16/11)

Politisi yang juga Ketua Komisi IV DPR RI ini menambahkan untuk yang Kedua, menjamin mutu pendidikan, kesejahteraan, dan pembangunan dengan menambah anggaran, melakukan program pertukaran pelajar antar daerah, dalam hal kesejahteraan dapat dilakukan dengan program padat karya (jangka pendek) dan memberikan pelatihan enterpreunership untuk masyarakat bekerjasama dengan organisasi pengusaha atau LSM atau organisasi nirlaba lainnya.

“Sedangkan Ketiga, melakukan upaya-upaya intensif dan langkah-langkah yang strategis untuk menanamkan rasa nasionalisme dan menumbuhkan semangat patriotisme melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi dan menciptakan berbagai simulasi yang bersifat persuasif dan edukatif terhadap masyarakat umum melalui forum/lembaga kemasyarakatan yang ada. Memberikan pembekalan atau penanaman jiwa dan semangat kebangsaan sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa. Sedangkan yang Keempat, melakukan kerjasama dengan pihak asing yang lebih maju dalam hal teknologi dalam rangka transfer ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengesampingkan rasa nasionalisme dan menjaga supaya tidak terjebak dalam paradigma sesaat, namun lebih kepada menjalin kerjasama antarbangsa yang saling menguntungkan dalam rangka turut menjamin ketertiban dunia.

“Dan yang terakhir, kelima, melakukan reformasi bidang hukum dan lebih intensif dalam kerjasama penegakan hukum antarlembaga pemerintahan seperti Kementerian Hukum Dan HAM, Kejaksaan, Kepolisian, dan lain-lain. Reformasi dilakukan dalam rangka menjamin kepastian hukum. Hukum menjadi panglima yang menjadi payung yang melindungi kepentingan segenap lapisan bangsa tanpa memperhatikan kedudukan sosial, ekonomi, suku, politik dan kepentingan individu atau golongan tertentu,” ungkapnya

Karena itu, ia mengharapkan agar seluruh komponen bangsa ikut bertanggung jawab untuk menjaga dan mempertahankan kondisi geografis NKRI dalam ikatan ke-Bhineka Tunggal Ika-an guna menjaga integritas NKRI. Untuk mencapai kondisi tersebut dilakukan melalui upaya pengarahan dan penyuluhan tentang pentingnya letak geografi Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan pertahanan negara, membuat proyek percontohan tentang pemanfaatan lahan pertanian dan budi daya laut serta pelaksanaan kegiatan dan pencapaian hasil dimaksud agar mencapai hasil serta keuntungan yang diinginkan melalui penerapan sistem ekonomi pasar sosial.(ed)

LEAVE A REPLY