300 Pelampung Dibagikan Kemenhub ke Nelayan Aceh

0
327
Kemenhub Bagi 300 Pelampung ke Nelayan Aceh
Kemenhub Bagi 300 Pelampung ke Nelayan Aceh

Aceh, Nawacita – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) membagikan 300 jaket pelampung (life jacket) untuk nelayan dan pengusaha kecil pelayaran rakyat di Aceh. Pembagian ini dilakukan saat menggelar sosialisasi peralatan keselamatan pelayaran.

Kegiatan sosialisasi digelar di Kantor KSOP Kelas IV Malahayati di Jalan Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Aceh, Senin (30/10/2017). Pesertanya terdiri dari asosiasi atau pengusaha kecil pelayaran rakyat dan nelayan di Banda Aceh. Dalam kegiatan ini, dibagikan pelampung secara simbolis untuk beberapa nelayan.

Direktur KPLP Marwansyah, mengatakan, pemberian bantuan jaket pelampung tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya musibah di laut terutama yang disebabkan karena faktor manusia. Para nelayan di Banda Aceh diminta untuk lebih memperhatikan keselamatan dengan membekali diri dengan alat-alat keselamatan yang dapat digunakan jika seandainya terjadi musibah.

“Musibah di laut tidak kita ketahui kapan terjadi. Dengan adanya jaket pelampung ini dapat membantu bapak semua dalam pelayaran. Faktor keselamatan adalah yang utama,” kata Marwansyah dalam sambutannya.

Sesuai UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, angkutan laut pelayaran rakyat (pelra) merupakan usaha rakyat yang bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik tersendiri untuk melaksanakan angkutan di perairan. Menurutnya, pelayaran rakyat menjadi sarana utama dalam mewujudkan konektivitas antar pulau di Indonesia sehingga untuk memenuhi aspek keselamatan perlu dilengkapi dengan peralatan keselamatan.

“Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar masih tetap membutuhkan pelayaran rakyat sebagai salah satu moda transportasi penghubung antar pulau,” jelas Marwansyah.

Marwansyah mengungkapkan, Kemenhub sudah melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran rakyat. Di antaranya yaitu menggelar kampanye keselamatan pelayaran dan juga kegiatan sosialisasi keselamatan pelayaran.

“Untuk itu, diharapkan semua pihak, baik regulator, operator di lapangan dan penumpang kapal semakin memperhatikan faktor yang paling penting dalam pelayaran rakyat yaitu keselamatan karena tugas mewujudkan keselamatan pelayaran bukan hanya milik regulator tetapi menjadi tanggungjawab semua pihak,” ungkap Marwansyah.

Sementara itu, seorang nelayan asal Lampulo, Banda Aceh, Usman, mengatakan, selama ini dirinya dan anak buah kapal (ABK) sudah membekali diri dengan pelampung yang siap dipakai jika terjadi musibah. Meski hari ini kembali dibagikan, menurutnya, peralatan yang dimiliki dirinya sudah tergolong lengkap.

“Harapannya ke depan peralatan yang kami miliki lebih lengkap lagi dan lebih baik,” kata Usman kepada wartawan.

dtk

LEAVE A REPLY