Operasi Matanya Ditunda, Novel Jalani Tes dengan 2 Dokter Ahli

0
282
Kondisi Novel Baswedan saat ini
Kondisi Novel Baswedan saat ini

Jakarta, Nawacita – Operasi mata tahap 2 pada mata kiri Novel Baswedan yang seharusnya dilakukan pekan lalu ditunda. Penundaan ini lantaran pertumbuhan permukaan retina mata kiri Novel tidak rata.

“Saat dilakukan pengecekan pada tanggal 19 Oktober 2017 lalu, yang menyebabkan operasi ditunda, disebabkan oleh tidak ratanya pertumbuhan permukaan retina (tidak smooth) pada mata kiri,” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (25/10/2017).

Novel sejak kemarin hingga hari ini rencananya menjalani serangkaian tes dengan 2 dokter ahli berbeda. Ada pemeriksaan retina dan glaukoma yang harus dijalani oleh penyidik senior KPK ini.

Namun, beberapa rangkaian tes glaukoma tidak bisa dilakukan terhadap mata kirinya. Sebab mata kiri Novel sekarang masih tertutup oleh jaringan gusi, untuk memperbaiki sel retina di bawahnya.

Misalnya saja pengukuran tekanan mata, untuk mata kanan Novel menunjukkan angka 17. Hasil ini disebut cukup baik. Sementara pada mata kirinya, hanya dilakukan dengan sedikit menekan kelopak mata bagian atas.

Selain itu ada pengukuran ketebalan kornea, tes fiksasi (blindspot test), serta tes penglihatan yang menunjukkan progres cukup baik di mata kanannya. Walau begitu, untuk tes fiksasi ditemukan beberapa blindspot (titik buta).

Pemeriksaan retina sendiri dilakukan menggunakan scanning USG. Hasilnya disebut Febri cukup baik. Jadwal cek rutin juga dilakukan untuk persiapan operasi tahap 2 nanti. Hanya saja, hingga kini belum diperoleh pasti kapan operasi itu akan berlangsung.

Novel Baswedan mengalami kerusakan di kedua matanya setelah diteror dengan cara disiram air keras pada 11 April 2017, sepulang salat subuh. Hingga lebih dari setengah tahun berlalu, pelaku teror itu belum diungkap polisi dengan tuntas.

Sebagai tindak lanjut, Polri dan KPK direncanakan membentuk tim untuk mempercepat pengusutan kasus ini. Namun faktanya, KPK tidak jadi bergabung dengan tim ini sebab tindak kriminal umum bukan ranah komisi antirasuah.

Di lain pihak, baik Novel maupun keluarganya berharap Presiden menginisiasi dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk pengusutan kasus ini.

dtk

LEAVE A REPLY