Wiranto Minta Isu Soal 5000 Senjata Ilegal Ditutup

0
265
Wiranto Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam)
Wiranto Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam)

Nawacita – Wiranto Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) meminta semua pihak tidak bicara dulu soal isu senjata (impor 5000 senjata) yang diduga ilegal.

Wiranto menegaskan kalau masalah isu impor senjata tersebut akan diselesaikan dulu di internalnya.

“Kan kemarin sudah saya sampaikan bahwa untuk masalah isu soal senjata saya minta semua pihak untuk tidak bicara dulu lah ya, kita selesaikan di dalam. Dan sementara akan kita selesaikan,” kata Wiranto di Kompleks Istana.

Pernyataan Wiranto tersebut menyikapi arahan Joko Widodo Presiden kalau jajarannya diminta tidak membuat kegaduhan yang bisa membingungkan masyarakat. Apalagi tahun 2018 akan memasuki tahun politik.

Dia mengaku sudah mengagendakan rapat untuk membahas masalah senjata ini. ‎Rapat tersebut akan mengundang Badan Intelijen Negara (BIN) Kapolri, Panglima TNI, Menhan, PT Pindad, dan Bea Cukai.

Kata Wiranto, masalah impor senjata yang mencuat belakangan ini bukan permasalahan yang sebenarnya. Tetapi hanya masalah koordinasi saja.

“Kita perlu koordinasikan lebih teliti, lebih jelas dan kita memutuskan dalam keputusan yang tidak melanggar UU begitu saja kok ya. Tapi saya sudah meminta agar isu tentang senjata sudah selesai. Nanti akan saya sampaikan ke publik hasil koordinasi,” tegas Wiranto.

Menurut Wiranto, sekarang ini Panglima TNI sedang sibuk mempersiapkan ulang tahun TNI, sehingga, rapat akan digelar setelah itu.

“Jadi sabar saja pasti kita akan selesaikan itu, tapi saya jamin seperti saya sampaikan bahwa tidak sampe mengganggu kondisi keamanan nasional, yang penting kan itu,” kata Menkopolhukam.

Agar peristiwa ini tidak terulang, kata Wiranto, Presiden mengarahkan bahwa, jajarannya harus membangun rasa aman, rasa damai, rasa kondusif di masyarakat, karena banyak tugas, banyak pekerjaan banyak kegiatan-kegiatan politis yang akan dihadapi pada 2018 nanti.

ssby

LEAVE A REPLY