Hiswara Migas Menargetkan 2000 SPBU Mini Di Tahun 2017

0
1192
Ketua DPP Hiswara Migas Indonesia A.M.A Syarf (kiri) Saat Memberikan Keterangan Pers Didampingi Perwakilan dari PT Nusantara Energy Plant Indonesia (PT NEPI) Maldi (tengah) Dalam Acara Sosialisasi Pelaksanaan Supply BBM di Novotel Jl. Raya Ngagel Surabaya, Sabtu (30/9/2017).

SURABAYA,Nawacita.co — Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi Indonesia (Hiswara Migas Indonesia) menyelenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan Suplay BBM yang bekerjasama dengan PT Nusantara Energy Plant Indonesia dan PT Macan Mengaum sebagai salah satu inisiator SPBU mini menargetkan sebanyak 2.000 booth penjualan pada 2017.
“Target kami adalah 2.000 booth pada 2017 di seluruh Indonesia,” kata Ketua DPP Hiswara Migas Indonesia A.M.A Syarif ketika memberikan keterangan pers di Novotel Jl.Raya Ngagel Surabaya, Sabtu (30/9/2017) siang.

Usaha SPBU mini ini dibidangi oleh Hiswara Migas Indonesia bekerja sama dengan PT Nusantara Energy Plant Indonesia (NEPI) dengan menempatkan booth atau gerai kecil di lokasi strategis. Konsep bisnis retail ini bernama “SPBU Mini” dengan menjual BBM jenis pertalite atau dengan kadar oktan 90  ini untuk menegaskan adanya SPBU mini yang legal, di mana ada konsep lainnya seperti “Pertamini” yang diketahui hal tersebut adalah ilegal.

DPBU Mini ini telah mengantongi lisensi dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Lisensi tersebut mencakup kualitas BBM, keamanan, distribusi agen resmi serta izin lokasi menaruh booth tersebut. Satu perlengkapan booth memiliki spesifikasi ukuran 1,12 meter x 1,12 meter x 2,15 meter. Terdapat kanopi, gelas ukur 5 liter, pompa manual, nozzle bensin dan penampung oli. Setiap booth memiliki nomor seri unik, jelasnya.

Nawacita.coDia mengatakan untuk harga jual G-Lite per liternya adalah Rp 9.000 dengan oktan 90 setara Pertalite. Namun di tiap daerah harganya kemungkinan berbeda, sebab terdapat biaya distribusi yang tidak murah. “Ada margin pada daerah sulit BBM misal pegunungan atau pedalaman seperti di daerah terpencil  lainnya, namun kami pastikan margin nantinya tidak terlalu besar,” kata Syarif.

Operator juga akan mendapatkan pelatihan pengisian BBM sesuai standar serta kemampuan antisipasi kebakaran. Untuk biaya investasi per booth adalah Rp 15 juta. PT Pertamina (Persero) sendiri sudah mengakui serta meresmikan bahwa “SPBU Mini ” merupakan BBM resmi di bawah kelola PT Nusantara Energy Plant Indonesia (NEPI).

Sementara itu Perwakilan dari PT NEPI  Maldi mengatakan Pertamina berperan sebagai supplier dari BBM itu sendiri. “Kita ketahui ada di luar sana usaha Pertamini yang mencatut plesetan nama Pertamina yang ilegal, keamanan dan kualitas BBM tidak bisa dipertanggungjawabkan, kini ada SPNU Mini yang resmi,” kata Maldi. Namun dalam booth SPBU Mini ini belum bisa dicantumkan logo dan nama Pertamina, sebab kerja sama Pertamina dengan PT NEPI masih membahas bentuk investasi yang akan dijalin bersama, ungkapnya

dny

 

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY