Menteri BUMN Akui Kerugian yang Diterima Garuda Indonesia

0
477
Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Rini M Soemarno
Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Rini M Soemarno

JAKARTA, Nawacita – Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Rini M Soemarno mengakui kerugian yang diderita maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Oleh karena itu, pihaknya bersama manajemen Garuda Indonesia tengah melakukan serangkaian analisa.

“Memang proses ada kerugian, karena itu kita sedang menstrukturisasi rute-rute,” kata Rini di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/8/2017).

Rini menuturkan, langkah-langkah perbaikan terus dilakukan. Selain itu, Kementerian BUMN beserta Garuda Indonesia juga melakukan efisiensi dalam operasional maskapai tersebut.

Rini pun menyatakan anak perusahaan Garuda Indonesia, yakni Garuda Maintenance Facility (GMF) akan segera mencatatkan saham perdananya di lantai

Pencatatan saham GMF ditargetkan dapat terwujud sebelum akhir tahun 2017 ini.

“Kita juga proses me-listing. Yang kita lakukan adalah GMF kita akan listing sebelum akhir tahun,” ungkap Rini.

Ia mengungkapkan, pencatatan saham GMF di BEI diharapkan dapat memberikan pendapatan lebih bagi Garuda Indonesia.

Dengan demikian, pada akhir tahun 2017 diharapkan kerugian maskapai tersebut bisa jauh lebih sedikit.

Sekadar informasi, Garuda Indonesia mencatat kerugian bersih sebesar 282 juta dollar AS atau setara Rp 3,7 triliun pada semesrer I 2017. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 826,6 miliar.

Pemerintah memastikan bakal menyelidiki penyebab utama kerugian Garuda Indonesia, apakah kerena faktor kalah bersaing atau karena salah dalam tata kelola perusahaannya.

Akibat kerugian itu, Garuda Indonesia dipastikan tidak akan menyetor dividen kepada negara pada 2018.

kmp

LEAVE A REPLY