Jadi Bangsa Indonesia Jangan Cengeng dan Mudah Menyalahkan

0
370
Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta, Nawacita — Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono menyinggung karakter bangsa saat menjadi narasumber dalam acara bertajuk Dialog Kebangsaan: Mengelola Keberagaman Meneguhkan Keindonesiaan yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Selasa (15/8).

Saat mendapat kesempatan berbicara, SBY mengajak seluruh elemen bangsa untuk menatap ke depan dan menjauhkan diri dari karakter negatif.

Bottom line dari apa yang saya sampaikan sekarang, jangan jadi bangsa yang pesimistik, cengeng, mudah mengeluh dan selalu menyalahkan orang lain. Kalau karakter negatif itu kita miliki, Indonesia tidak akan kemana-mana,” ujar SBY dalam acara yang digelar menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72 itu.

Selain SBY, acara tersebut juga menghadirkan Presiden Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri dan Presiden Indonesia ketiga BJ Habibie. SBY berbicara setelah Habibie dan Megawati.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat itu, sikap optimis penting dikedepankan untuk menghadapi tantangan di masa depan.  Ia yakin dengan sikap optimis dan kerja keras, Indonesia sukses mengarungi abad 21.

“Mari bangun betul semangat Indonesia bisa, kalau negara lain bisa maju, dengan kerja keras Indonesia juga bisa. Tapi kita tahu, negara maju, sukses tidak datang dari langit, harus diperjuangkan bersama,” tuturnya.

Keyakinan terhadap masa depan Indonesia juga didasari perjalanan sejarah bangsa. SBY tak menampik proses jatuh bangun dalam perjalanan bangsa, namun menurutnya sejak era kemerdekaan hingga reformasi Indonesia telah mengalami perubahan menuju arah lebih baik.

Indonesia, kata SBY, juga memiliki potensi untuk menjadi negara yang matang dalam berdemokrasi. Hal itu berdasarkan sejumlah indikasi seperti kemampuan keluar dari krisis dan kepemilikan sumber daya yang besar.

“Kita tanpa sadari negara kita sedang mengalami transparansi. Dari Soekarno sampai Jokowi pasti ada success story,” ujar SBY.

Dalam sesi sebelumnya Megawati menegaskan Indonesia harus dipertahankan, mengingat betapa banyak pengorbanan para pendiri bangsa Indonesia. Ia sendiri menyatakan akan membela Indonesia mati-matian.

Mega juga menyinggung pihak-pihak yang menuding Presiden Joko Widodo sebagai diktator terkait terbitnya Perppu tentang Ormas.

“Seorang presiden buat Perpres, Perppu, emangnya gak boleh? Boleh. Kenapa gak boleh? Karena itu membungkam aspirasi dan sebagainya? Kalau aspirasinya enggak bener piye toh,” kata dia.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu bahkan menyamakan pihak yang menyebut Jokowi sebagai diktator dengan pengecut.

“Mohon maaf, waktu kemarin saya bela presiden saya, mungkin sudah baca diviral media sosial. Yang saya bilang presiden dibilang diktator, saya bilang sama beliau lalu buat apa termasuk saya susah-sudah buat reformasi. Sekarang langsung dibilang diktator, saya bilang orang itu pengecut,” kata Mega.

cnn

LEAVE A REPLY