Wagub Kaltim Canangkan 3 Desa Cantik di Kukar, Perkuat Pembangunan Desa Berbasis Data Presisi
Kukar, Nawacita | Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) resmi mencanangkan tiga desa sebagai proyek percontohan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat pembangunan desa berbasis data yang akurat dan presisi.
Pencanangan yang mengusung tema “Transformasi Desa Berbasis Data” tersebut berlangsung di BPU Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, baru-baru ini dan dibuka langsung oleh Wagub Kaltim, Seno Aji.
Tiga desa yang ditetapkan sebagai Desa Cantik yakni Desa Loa Kulu Kota, Desa Ponoragan, dan Desa Sumber Sari.
Wagub Kaltim menyebut program tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik melalui pengelolaan data yang terintegrasi, berkelanjutan dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan pembangunan desa saat ini tidak lagi dapat mengandalkan asumsi semata, melainkan harus bertumpu pada data yang valid hingga tingkat RT agar intervensi pembangunan benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, setiap desa memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, sehingga penyusunan program harus didasarkan pada kondisi riil masyarakat.
Baca Juga: Pelantikan Pengurus PGRI Kaltim, Wagub: Program PGRI Prioritaskan Perlindungan dan Sertifikasi Guru
“Data menjadi alat utama untuk melihat kebutuhan nyata masyarakat. Mulai dari data kependudukan, sosial ekonomi, stunting, angka kemiskinan hingga potensi UMKM desa harus terus diperbarui dan disinkronkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Program Desa Cantik tidak hanya menjadi instrumen pembinaan desa, tetapi juga diproyeksikan mendukung kesiapan Kukar menghadapi kompetisi tingkat nasional sekaligus memperkuat pembangunan yang merata dan terukur di seluruh wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga menyoroti hasil sinkronisasi data Musrenbang yang masih menemukan sekitar 13 ribu masyarakat masuk kategori desil 1 atau kemiskinan ekstrem di Kukar.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, lanjutnya, berkomitmen melakukan intervensi melalui berbagai program daerah seperti RT Idaman, Alokasi Dana Desa (ADD), Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD), serta kolaborasi lintas perangkat daerah.
Strategi penanganan kemiskinan akan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni bantuan langsung dan pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi, dengan dukungan data yang valid hingga tingkat keluarga.
“Intervensi kemiskinan harus berbasis data riil di lapangan. Kita ingin membedah data sampai tingkat keluarga agar solusi yang diberikan benar-benar tepat,” tegasnya.
Baca Juga: Perkuat Pembinaan Perajin, Ketua Dekranasda Kaltim Kunjungi Pelaku Usaha Kriya
Aulia turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Kartanegara atas sinergi dalam pengembangan Program Desa Cantik.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memperkuat sistem data desa sebagai fondasi perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan yang lebih presisi.
Bupati Kukar juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan DPRD Kaltim terhadap berbagai program pembangunan desa di wilayahnya.
Menurutnya, kualitas aparatur desa di Kukar terus menunjukkan peningkatan, termasuk dalam penguasaan data. Salah satu capaian yang disorot yakni keberhasilan Desa Loa Kulu Kota menekan kawasan kumuh dari sebelumnya sekitar 10 hektare menjadi tersisa sekitar 1 hektare melalui perencanaan berbasis data.
Ia optimistis ketiga desa yang dicanangkan mampu menjadi percontohan Desa Cantik tidak hanya di Kalimantan Timur, tetapi juga di tingkat nasional.
“Kemenangan nantinya jangan hanya sekadar administratif atau rekayasa data, tetapi harus menjadi cerminan implementasi nyata di lapangan,” tandasnya. kltmprv

