Direktorat Narkoba Polda Jatim Musnahkan Narkoba Senilai 114 Miliar

0
363
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Nawacita – Dalam rangka Hari Kemerdekaan RI ke 72 tahun, Direktorat Narkoba Polda Jawa Timur melakukan pemusnahan narkoba berbagai jenis, yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Seperti ganja, sabu-sabu, pil ekstasi, obat keras jenis daftar G, dan minuman keras.

Pemusnahannya dilakukan dengan cara dibakar untuk narkoba jenis sabu-sabu dan obat daftar G. Sedangkan ganja dengan cara diblender, setelah itu baru dibakar.

Kombes. Pol Gagas Nugraha Direktur Reserse Narkoba (Dir. Resnarkoba) Polda Jawa Timur menjelaskan, pemusnahan narkoba di Polda Jawa Timur juga dilakukan secara serentak di seluruh Polda di Indonesia dan polres se-jajaran.
Itu menunjukkan keseriusan memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Polda Jawa Timur bersama jajarannya selama satu semester lebih, dari bulan Januari hingga Juli 2017 telah berhasil mengungkap sebanyak 3.306 kasus dengan 4.057 tersangka.

Rinciannya mulai dari ganja sebanyak 58 kilogram, berupa bentuk ganja tanaman 43 pot, sabu-sabu 55 kilogram, pil ekstasi 25.164 butir, obat keras jenis daftar G sebanyak 1.773.042 butir.

Serta kosmetik tanpa ijin 14.940 berbagai merk, jamu sebanyak 12 tong, 15 dos, 15.126 botol dan minuman keras 54.874 botol.

“Kalau dirupiahkan nilainya Rp99 miliar itu untuk narkoba jenis ganja. Untuk sabu-sabu kalau dirupiahkan nilainya sebesar Rp500 juta ,” kata Kombes. Pol Gagas Nugraha Dir. Resnarkoba Polda Jawa Timur, Selasa (15/8/2017).

Menurut dia, jika ditotal secara keseluruhan hasil ungkap Ditnarkoba Polda Jawa Timur bersama polres se-jajaran nilai totalnya sekitar Rp114 miliar. Artinya dari hasil ungkap tersebut, maka hampir satu juta jiwa telah terselamatkan dari bahaya narkoba.

“Dalam peredaran narkoba sekarang ini kedepannya yang perlu diwaspadai adalah jenis flakka. Narkoba jenis ini (flakka) lebih berbahaya penggunaan,” ujarnya.

Dikatakan berbahaya, karena narkoba jenis flakka ini efek sampingnya bisa berprilaku seperti zombie. Bahkan sampai meninggal dunia.

“Sampai sekarang belum masuk. Tapi diharapkan tidak sampai masuk di Indonesia. Untuk itu, saya harapkan sinergritas dan peran serta masyarakat agar memberikan informasi, jangan sampai masuk Indonesia, karena itu bisa merusak generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Sementara dalam pemusnahan barang bukti tersebut hadir Ormas, LSM, BNN Provinsi Jawa Timur, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Pengadilan Negeri Surabaya, dan Bea Cukai Jawa Timur.

ssby

LEAVE A REPLY