Tekad Susi Bikin Nelayan Kecil Sejahtera

0
1238
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti

Jakarta, Nawacita – Aksi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, memberantas pencuri ikan (illegal fishing) dan menenggelamkan kapal pencuri punya satu tujuan, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil di Indonesia.

Hal ini disampaikan Susi saat berbicara di salah satu side event acara konferensi kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UN Ocean Conference. Side event itu bertema ‘Forgotten Fisheries’, yang diadakan di Kantor Pusat PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (5/6/2027).

Susi mengatakan selama belum ada pemberantasan pencurian ikan atau Illegal Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing, Indonesia menderita.

Penderitaan mulai ikan yang jumlahnya habis karena dikeruk kapal-kapal asing secara ilegal, harga ikan tinggi, dan konsumsi ikan rendah. Jadi stok ikan yang dihabisi kapal ikan besar membuat banyak nelayan tidak mendapatkan ikan.

“Pemerintah Indonesia melindungi nelayan kecil. Jadi laut dan isinya perlu dijaga juga untuk melindungi generasi muda, sehingga tidak kesulitan mencari ikan,” kata Susi.

Dalam forum ini, Susi juga memaparkan pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), konsisten melakukan pemberantasan Illegal Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

Kebijakan ini menimbulkan sampak positif, seperti konsumsi ikan rakyat Indonesia ya naik dari 36 kg per kapita per tahun menjadi 43 kg per kapita per tahun.

“Indonesia menderita karena illegal fishing. Karena itu 2 tahun saya menjabat, saya konsisten memberantas pencurian ikan,” ujar Susi.

Dia mengatakan illegal fishing dilakukan dengan kapal yang tidak teregistrasi, dan yang dibawa tak hanya ikan Indonesia saja yang dicuri, tapi bahan bakar minyak (BBM) dari Indonesia yang diselundupkan.

Susi sadar nilai bisnis perikanan yang dihadangnya mencapai miliaran dolar. Pasti ada perlawanan dari pengusaha pelaku pencurian ikan. Namun dia tidak gentar.

“Sekarang selain ikan melimpah, kami juga membantu menghemat konsumsi BBM hingga 37%. Ekspor ikan juga baik dan impor berkurang. Jadi pemberantasan IUU Fishing akan menguntungkan kita,” jelas Susi.

Dia mengatakan, sekarang nelayan kecil bisa mendapatkan ika tuna dengan mudah dekat pantai.

“Banyak yang bilang nelayan kecil bukan industri. Padahal tidak seperti itu. Kalau kapal besar dan pengolahan terus ada, bisa menghancurkan laut kita semua,” papar Susi.

Sumber: detik

LEAVE A REPLY