Mengintip Proses Pemilu Presiden Perancis

0
423
Pilpres prancis Reuters Pemilu presiden Prancis diprediksi akan berlangsung hingga putaran kedua.

Jakarta, Nawacita – Perancis akan menggelar pemilihan umum Presiden pada Minggu (7/5). Jabatan Presiden untuk masa kerja 2017 hingga 2022 itu diperebutkan dua kandidat, yakni Emmanuel Macron yang berhaluan tengah dan Marine Le Pen yang berhaluan ekstrem kanan.

Pemilu kali ini dianggap krusial bagi masa depan Perancis. Pasalnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah pemerintahan salah satu negara pendiri Uni Eropa tersebut, kandidat presiden terpilih bukan berasal dari golongan konvensional, yakni partai sayap kanan maupun sayap kiri, yang sudah memerintah Perancis sejak 1958.

Macron, yang merupakan mantan Menteri Keuangan kabinet Presiden Francois Hollande, merupakan pemimpin gerakan En Marche! yang berhaluan tengah, sementara Marine Le Pen yang diusung Partai Front Nasional, menganut paham ekstrem kanan.

Proses pemilihan Presiden Perancis umumnya dilakukan menggunakan dua putaran pemungutan suara. Pemilu pertama digelar pada 23 April lalu dengan mengusung 11 kandidat, dan putaran ke-dua akan dilakukan dua minggu setelahnya, pada Minggu (7/5), jika tidak ada kandidat yang memenangkan 50 persen suara.

Sistem pemilihan dua putaran yang juga diaplikasikan di pemilu legislatif dan regional ini, diperkenalkan pada 1962 oleh Charles de Gaulle. Sistem ini terbukti efektif membendung kelompok ekstrem berkuasa.

De Gaulle menyebut, “di putaran pertama, kamu memilih dengan hati. Sementara di putaran ke-dua, kamu memilih dengan kepala.”

Macron dan Le Pen berhasil masuk ke putaran ke-dua, setelah mengalahkan sembilan kandidat lainnya, termasuk Francois Fillon dari Partai Republik dan Jean-Luc Melenchon, kandidat sayap kiri yang difavoritkan.

Sumber: cnn

LEAVE A REPLY