Sylviana Murni, dari None Jakarta dan Kepala Satpol PP Kini Jadi Cawagub DKI

0
593
Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni

JAKARTA, NAWACITA – Sylviana Murni menjadi satu-satunya bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta yang berlatar belakang birokrat atau pegawai negeri sipil (PNS) DKI pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017. Dia diusung Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk mendampingi Agus Harimurti Yudhoyono.

Pengalamannya selama puluhan tahun sebagai birokrat menarik perhatian sejumlah partai politik dan politisi yang hendak maju pada Pilkada DKI.

Sylviana yang lahir di Jakarta, 11 Oktober 1958, itu mengawali pendidikan di Jurusan Hukum Administrasi Negara di Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta. Ia kemudian menyelesaikan S-2 di Fakultas Ekonomi Univesitas Indonesia dan S-3 di Universitas Negeri Jakarta. Ia mendapat gelar profesor dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Jakarta.

Namanya mulai dikenal saat tahun 1981, Sylviana dinobatkan sebagai None Jakarta. Saat itu, ia masih berusia 23 tahun dan duduk di semester akhir Fakultas Hukum Universitas Jayabaya.

Kiprah istri Gde Sardjana itu di Pemprov DKI Jakarta dimulai tahun 1985. Ia menjadi staf penatar Badan Pembinaan, Pendidikan, dan Pelaksanaan Pedoman Pemghayatan dan Pengamalan Pancasila(BP-7) DKI selama dua tahun hingga tahun 1987.

Kemudian Sylviana menjadi staf Biro Pembinaan Mental DKI Jakarta selama dua tahun, mulai dari tahun 1987-1989. Kariernya terus menanjak menjadi Kepala Sub Bagian Pendidikan Luar Sekolah Biro Pembinaan Mental DKI Jakarta pada tahun 1989-1991.

Dari situ ia menjadi Kepala Sub Bagian Seni Budaya Biro Pembinaan Mental DKI Jakarta pada tahun 1991-1995, Kepala Bagian Kebudayaan Biro Pembinaan Mental DKI Jakarta pada 1995-1997.

Sylviana juga pernah cuti dari PNS DKI dan menjadi politisi. Dia menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Golkar periode 1997-1999. Setelah ada peraturan pemerintah (PP) yang mengharuskan PNS tidak memihak atau netral dari partai politik, Sylviana kembali memilih menjadi PNS DKI dan melepas jabatan anggota legislatifnya.

Pada tahun 1999-2001, Sylviana menjadi Kepala Biro Bina Sosial DKI Jakarta. Setelah itu, Sylviana menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta pada 2001-2004, Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta pada tahun 2004-2008, dan Wali Kota Jakarta Pusat mulai tahun 2008 hingga 2013.

Sylviana merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat. Pada masa Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta, Sylviana diangkat menjadi Asisten Sekda bidang Pemerintahan DKI Jakarta.

Karena posisinya itu, ia sempat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Barat. Sylviana menggantikan posisi Burhanuddin, yang maju menjadi calon legislatif pada Pileg 2014.

Namanya semakin dikenal saat ia dilantik menjadi Plt Kepala Satpol PP DKI Jakarta menggantikan Effendi Anas yang pensiun. Jabatannya itu hanya berlangsung selama satu tahun, sampai akhirnya Jokowi melantik Kukuh Hadi Santoso sebagai Kepala Satpol PP DKI Jakarta.

Nama Sylviana juga masuk sebagai salah satu dari sembilan calon Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. Posisi PNS nomor satu di DKI Jakarta kosong setelah Fadjar Panjaitan mengundurkan diri tahun 2013.

Namun, harapan Sylviana kandas setelah ia dilantik menjadi Deputi Gubernur bidang Budaya dan Pariwisata DKI Jakarta. Posisi Sekda DKI Jakarta hingga kini diduduki oleh Saefullah.

Gagal menjadi Sekda DKI Jakarta, Sylviana yang juga aktif dalam keanggotaan berbagai organisasi dilirik menjadi calon wakil gubernur.

Selain Sylviana, Saefullah juga dilirik oleh partai politik. Akhirnya, Sylviana-lah yang diusung oleh empat partai politik dan diyakini mampu mendampingi Agus yang berlatar belakang militer.

Demi maju Pilkada DKI Jakarta 2017, Sylviana rela mengundurkan diri dari statusnya sebagai PNS DKI Jakarta yang telah membesarkan namanya. Sylviana mengundurkan diri pada Jumat (23/9/2016) lalu.

Saat itu pula, pasangan Agus-Sylviana mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Kini, Agus-Sylviana fokus untuk membuat program dan menarik simpati masyarakat Jakarta. Mereka bersaing dengan pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga.

SUMBER : KOMPAS.COM

LEAVE A REPLY