Di Depan Para Jenderal, Dirjen Pajak Sosialisasi Pentingnya Tax Amnesty

0
620
Tax Amnesty
Tax Amnesty

JAKARTA, NAWACITA – Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Ken Dwijugiasteadi, hari ini mensosialisasikan tax amnesty di hadapan para Jenderal TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Di depan para Jenderal, Ken menjelaskan berbagai hal seputar tax amnesty.

Misalnya, tentang sumber penghasilan yang dipakai untuk membeli harta. Ken mengatakan, dalam tax amnesty ini yang diampuni adalah penghasilan dipakai untuk membeli harta. Namun, penghasilan itu belum dikenakan pajak penghasilan (PPh)

“Ada yang tanya, Pak saya sudah punya rumah, sudah beli pakai pajak. Kita beli rumah dan mobil dari penghasilan. Penghasilan yang belum dilaporkan dimanifestasikan di harta. Jadi yang diampuni penghasilan, bukan hartanya,” ujar Ken di hadapan para Jenderal di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/9/2016).

“Mobil sudah bayar pajak, itu pajak daerah. Kenapa asetnya yang dilaporkan? Aset yang dilaporkan itu manifestasi dari penghasilan. Deposito kena pajak bunganya, tapi uang yang didepositokan belum lapor di SPT, itu yang dilaporkan di tax amnesty,” lanjut Ken.

Selain itu, Ken juga menjelaskan, dalam menilai aset yang dilaporkan dalam tax amnesty berdasarkan harga wajar sesuai perhitungan wajib pajak. Misalnya, dihitung berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) atau harga pasar, itu ada konsekuensinya.

“Kalau pakai nilai harta perolehan, saat dijual harga pasar, nanti selisihnya sedikit, jadi bayar pajaknya sedikit. Kalau pakai NJOP, dijual sesuai harga pasar, maka selisihnya tinggi, saat dijual bayar pajaknya lebih tinggi,” kata Ken.

Tapi, dia menambahkan, kalau harta yang belum dilaporkan dalam SPT Pajak itu diperoleh dari satu sumber penghasilan yang telah dikenakan pajak, maka tak perlu ikut tax amnesty. Wajib pajak cukup melakukan pembetulan SPT Pajak saja.

“Ini hak Bapak, bisa ambil atau nggak ikut tax amnesty,” kata Ken.

SUMBER : DETIK.COM

LEAVE A REPLY