Bangun LRT Palembang Rp 11 Triliun, Waskita Untung Berapa?

0
661

Palembang, nawacita – PT Waskita Karya (Persero) ditunjuk sebagai kontraktor proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan (LRT) di Sumatera Selatan November 2015 lalu.

Waskita Karya kemudian ditugaskan untuk membangun prasarana LRT yang meliputi jalur rel, konstruksi jalan layang, stasiun, serta fasilitas operasionalnya.

Sebagai kontraktor, Waskita menggelontorkan dana talangan pembangunan proyek terlebih dahulu atau prefinancing sambil menunggu pembiayaan dari APBN tahun 2017 dan 2018 secara bertahap. Proyek LRT Palembang hingga saat ini sudah mencapai 11% dan ditargetkan selesai Juni 2018.

“Seluruhnya dibiayai Waskita dulu, menunggu APBN 2017 dan 2018. (Pembayaran) akan dibahas persisnya ada beberapa kali. Sampai hari ini saya belum terima pembayarannya,” tutur Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq saat mengunjungi proyek pembangunan LRT Palembang, Kamis (18/8/2016).

Choliq menambahkan bahwa total investasi pembangunan LRT Palembang mencapai Rp 11,4 triliun. Hingga saat ini Waskita diperkirakan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 1,25 triliun berdasarkan kemajuan pembangunan proyek LRT Palembang yang sudah mencapai 11%.

Sedangkan keuntungan yang diambil perusahaan pelat merah dari proyek ini sebesar 10% atau Rp 1,14 triliun. Seluruh pembiyaan proyek LRT Palembang menggunakan dana internal perseroan.

“Tadi kan anda bisa mengira-ngira bobotnya baru 11%. Nilai kontraknya Rp 11,4 triliun total, sehingga prestasinya 11% kali Rp 11,4 triliun. Biaya berapa? Kalau untungnya 10%, ya berarti dikalikan 90% tinggal untungnya berapa,” jelas Choliq.

Pihaknya pun mengaku berminat untuk membangun proyek LRT di kota-kota lain di Indonesia jika dibutuhkan. Waskita juga bersedia untuk mengikuti proses pelelangan proyek untuk memenangkan tender.

Namun, dirinya juga belum mengetahui apakah nantinya pembangunan proyek LRT di kota-kota lain akan melalui pelelangan atau penunjukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jawabannya minat sebagai kontraktor. Apakah ditunjuk lagi oleh presiden, tidak tahu,” tutur Choliq.

Sumber : detik.com

LEAVE A REPLY