Pantai Pulau Merah di Banyuwangi Keruh, Wisatawan Jangan Khawatir

0
732

Banyuwangi, nawacita – Pantai Pulau Merah yang merupakan salah satu destinasi andalan di Banyuwangi, Jatim sedang menjadi keruh. Pemkab setempat langsung turun tangan, sekaligus meminta wisatawan jangan khawatir.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena tidak berbahaya. Jika tak ingin renang di Pulau Merah masih ada Wedi Ireng dan Pantai Mustika,” ujar M.Y Bramuda, Plt Disbudpar Banyuwangi kepada detikTravel, Jumat (19/8/2016) kemarin

Terkait dengan keruhnya laut Pantai Pulau Merah, Pesanggaran, Banyuwangi, Pemkab Banyuwangi langsung terjun ke lokasi memantau dan melakukan penelitian terkait penyebab keruhnya laut kebanggaan Banyuwangi ini. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Banyuwangi langsung terjun ke lapangan mengecek dan mengambil kandungan laut Pantai Pulau Merah.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi juga menurunkan tim untuk cek lokasi. Mereka juga langsung melakukan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat, untuk melakukan pembersihan imbas banjir lumpur tersebut. Sosialisasi juga dilakukan ‎kepada wisatawan yang datang ke Pulau Merah agar tidak takut dengan insiden ini.

Dari hasil penelitian didapat, tidak ada yang membahayakan untuk wisatawan dan pantai di sana menjadi keruh akibat sedimentasi di Sungai Katak’an yang bermuara di Pulau Merah.

“Kita sudah cek lapangan tidak ada yang membahayakan. Memang ada sedimentasi di Sungai Katak’an yang bermuara di Pulau Merah,” ujar Chusnul Khotimah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH)

Menurut Chusnul, air hujan bercampur lumpur ini memang dari Gunung Tumpangpitu yang mengalir di sungai dan muara sekitar Pantai Pulau Merah. Ini terjadi lantaran adanya pembukaan lahan di gunung tersebut untuk pembangunan infrastruktur pertambangan milik PT. Bumi Suksesindo.

Namun saat proses ini berjalan, hujan dari cuaca buruk dari dampak El-nino basah mengakibatkan adanya bekas kerukan tanah larut bersama air ke sungai dan muara.

“Diatas ada pembangunan 6 dam untuk menampung air, jalan dan infrastruktur lain. Tanahnya ‎terbawa aliran air sehingga terjadi seperti itu. Kita minta operator tambang melakukan penyedotan lumpur dan nomalisasi pantai,” tambahnya.

Sementara, akibat dari kejadian tersebut, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait. Yakni PT. BSI, Pokmas Wisata Pulau Merah, dan Muspika Pesanggaran, untuk mencari solusi terkait insiden tersebut. Hasilnya, PT.BSI harus segera melakukan normalisasi dengan cara melakukan pengerukan sedimen lumpur dan wilayah pantai yang rusak.

“Sudah ada kesepakatan. Dan semuanya sudah berjalan lancar kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi juga menurunkan tim untuk cek lokasi. Mereka juga langsung melakukan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat, untuk melakukan pembersihan imbas banjir lumpur tersebut. Sosialisasi juga dilakukan ‎kepada wisatawan yang datang ke Pulau Merah agar tidak takut dengan insiden ini.

sumber : detik.com

LEAVE A REPLY