Turki Sebut Amerika Serikat Dibalik Dalang Kudeta

0
817
Turkey's President Recep Tayyip Erdogan reacts after attending the funeral of a victim of the coup attempt in Istanbul on July 17, 2016. Turkish President Recep Tayyip Erdogan vowed today to purge the "virus" within state bodies, during a speech at the funeral of victims killed during the coup bid he blames on his enemy Fethullah Gulen. / AFP / BULENT KILIC (Photo credit should read BULENT KILIC/AFP/Getty Images)

 Lampung, nawacita – Sejumlah kepala negara bereaksi atas penangkapan puluhan jenderal oleh pemerintah Turki. Mereka meminta pemerintah setempat melakukan penegakan hukum yang sesuai.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama misalnya, meminta Turki menghormati hukum pascatragedi kudeta pada Jumat malam lalu. Hal senada diungkapkan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault.

Dia meminta Turki tidak menggunakan kudeta gagal tersebut sebagai senjata untuk membungkam oposisi.Namun, Turki bergeming. Kudeta itu bahkan mengakibatkan hubungan Turki dengan AS panas.

Presiden Erdogan sekali lagi meminta AS mengembalikan ulama Fethullah Gulen ke Turki.

”Setelah upaya kudeta yang terjadi, saya meminta sekali lagi. Ekstradisi pria di Pennsylvania ini (Gulen, Red) ke Turki! Jika kita memang mitra strategis, lakukan apa yang diperlukan,” tegas Erdogan kepada Obama.

Mayoritas dari 6 ribu orang yang ditahan memang merupakan pendukung Gulen dan gerakan Hizmet. Turki menyebut mereka sebagai Fethullah Terrorist Organisation alias FETO.

Menteri Ketenagakerjaan Turki Suleyman Soylu malah membuat situasi lebih panas dengan menuding AS ikut menyokong kudeta tersebut.

Pernyataan itu langsung dibantah Menteri Luar (Menlu) Negeri AS John Kerry.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS John Kirby mengungkapkan, Kerry telah menghubungi Menlu Turki Mevlut Cavusoglu. Kerry berjanji AS membantu mengungkap pemberontakan tersebut.sumber : lampung post

LEAVE A REPLY