Bandara Luwu Target Bisa Tampung Pesawat Besar

0
1354

BUA, nawacita — Selangkah lagi, Bandar Udara (Bandara) Lagaligo Bua Kabupaten Luwu bakal didarati pesawat berbadan besar jenis ATR-72. Ini setelah Sabtu 4 Juni 2016, Direktur Jenderal (Dirjend) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Ir Suprasetyo meresmikan pembangunan gedung terminal penumpang Bandara Lagaligo Bua.
Suprasetyo Landing di Bandara Lagaligo Bua, Sabtu, siang, sekitar pukul 12:00 WITA dengan memanfatkan pesawat kalibrasi (Pesawat yang dioperasikan dilengkapi dengan flight inspection system yang terintegrasi dengan pesawat). Kedatangannya didampingi langsung mantan Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug yang saat ini menjabat sebagai Direktur Bandara, Ny Ir. Yudhi Sari Sitompul, MM.
Kehadiran petinggi Kemenhub RI ini disambut langsung Bupati Luwu HA Mudzakkar, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, Wakil Bupati Luwu, H Amru Saher, Ketua DPRD Luwu, Andi Abdul Muharrir, anggota DPRD Luwu dan unsur muspida kabupaten Luwu dan Kota Palopo. Ada juga Ketua Sergap Sulselbar, Brigjend TNI Muslimin Akib, Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, Basuki Mardianto, Kepala Bandara Bua, Ir H Syarifuddin, Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Luwu Rudi Dappi, dan jajarannya.
Suprasetyo dalam sambutannya pada acara tersebut mengungkapkan, pembangunan Bandara Bua dengan selesainya dilakukan pelapisan ulang landasan pacu sepanjang 1.400 meter dengan lebar 30 meter serta selesainya pembangunan terminal penumpang, membuat bandara Bua menjadi salah satu bandara yang layak untuk didarati pesawat berbadan besar jenis ATR-72.
”Dengan rampungnya renovasi gedung terminal Bandara Bua senilai Rp689 juta, bandara di Kabupaten Luwu ini diharapkan mampu dilayani pesawat berbadan besar jenis ATR-72,” ujarnya.
Bupati Luwu, HA Mudzakkar, dalam sambutannya tak bisa menyembunyikan kegembiraannya dengan rampungnya pembangunan Bandara Bua, khususnya pada landasan pacu dan renovasi terminal penumpang yang menghadirkan kemegahan Bandara Bua sesuai kelasnya.
“Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih pak dirjen. Kendala yang kita hadapi saat ini untuk mengupayakan peningkatan pelayanan Bandara Bua adalah dari segi sarana dan prasarana. Dan ini sekaligus menjadi keluhan pihak maskapai sehingga mereka enggan melayani Bandara Bua. Dengan kondisi seperti sekarang ini keluhan dan kendala pihak maskapai ini sudah terjawab. Bandara ini sangat strategis, karena bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Luwu dan Kota Palopo, Luwu Utara, Toraja, dan Toraja Utara,” kata HA Mudzakkar.
Cakka sapaan akrab Andi Mudzakkar mengatakan, jika bandara Bua mampu beroperasi dengan sempurna, bukan hanya memudahkan jarak dan waktu bagi masyarakat untuk bepergian, pula yang terpenting akan memberi efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi di Luwu bahkan di Luwu Raya. “Bandara ini pula akan menunjang sektor pariwisata baik di Luwu Kota Palopo, bahkan di Toraja dan Toraja Utara,” kata Cakka dan diamini Wali Kota Judas Amir.
Sementara itu, Kepala Bandara Bua, Ir H Syarifuddin, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Luwu, Rudi Dappi, mengatakan, saat ini, Bandara Bua memiliki panjang landasan pacu 1.400 meter dengan lebar 30 meter, dan bandara ini sangat aman untuk didarati pesawat berbadan besar jenis ATR-72 pasca landasan pacu dilapis ulang di tahun 2015 lalu.
“Bandara Bua ini sudah dilengkapi berbagai sarana, termasuk terminal penumpang yang kita resmikan ini sudah rampung dan sangat memenuhi syarat, karena dilengkapi berbagai sarana, seperti alat detektor orang dan badan serta toilet dan ruang tunggu
sumber: palopo pos

LEAVE A REPLY