Wednesday, May 6, 2026

Lele Melengkung saat Digoreng, Benarkah Karena Makan Kotoran? Ini Faktanya

Lele Melengkung saat Digoreng, Benarkah Karena Makan Kotoran? Ini Faktanya

Jakarta, Nawacita | Dalam keseharian, ada anggapan bahwa kualitas lele bisa dilihat dari bentuknya saat digoreng. Lele yang baik akan tetap lurus, sedangkan jika tumbuh di habitat yang kotor atau mendapat pakan tidak berkualitas maka lele akan melengkung alias bengkok.

Benarkah anggapan ini, atau ada cara lain untuk mengetahui kualitas lele yang dijual di pasar?

Memilih ikan lele di pasar sering kali dianggap sepele. Banyak orang hanya melihat ukuran atau harga, lalu langsung membeli tanpa memperhatikan kualitasnya. Padahal, tidak semua lele yang dijual memiliki kondisi yang segar dan aman untuk dikonsumsi.

Di balik tampilannya yang serupa, kualitas lele bisa berbeda-beda, tergantung pada kondisi kesehatan ikan hingga cara pemeliharaannya. Jika tidak cermat memilih, konsumen berisiko mendapatkan lele dengan kualitas daging yang kurang baik, bahkan tidak higienis.

Baca Juga: Hati-hati! 7 Jenis Kemasan Makanan Ini Berpotensi Picu Kanker

Lalu, bagaimana cara mengenali lele yang benar-benar segar dan aman saat membeli di pasar?

Memilih lele segar sebenarnya tidak sulit, selama konsumen tahu apa saja tanda yang perlu diperhatikan. Menurut pakar budidaya perikanan dari IPB University, Dr Ir Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, kondisi fisik ikan bisa menjadi indikator awal untuk menilai kualitasnya.

“Tubuh lele proporsional (kepala tidak lebih besar), panjang (tidak buntet), daging tebal (jangan pilih yang kurus), lele warna hitam cerah, bau tidak amis, tekstur kenyal,” kata Cecilia, mencontohkan ciri-ciri lele berkualitas, kepada detikcom, Kamis (23/4/2026).

Kondisi fisik lainnya juga penting diperhatikan. Lele segar umumnya tidak memiliki cacat pada tubuhnya, seperti luka atau bagian yang rusak. Warna tubuhnya pun cenderung hitam cerah dan merata, bukan pucat atau belang-belang.

Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut, konsumen bisa lebih mudah membedakan lele yang segar dan layak dipilih saat berada di pasar.

Salah satu cara paling sederhana untuk menilai kualitas lele adalah dengan memilih ikan yang masih hidup saat dibeli. Lele yang hidup dan menunjukkan respons gerak yang normal umumnya menandakan kondisi yang masih baik, sehingga lebih layak untuk dikonsumsi.

Sebaliknya, lele yang terlihat lemas, mengapung, atau memiliki luka pada tubuhnya perlu diwaspadai. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan ikan sedang mengalami stres, sakit, atau telah mengalami penurunan mutu.

Baca Juga: Sering Makan Salad Tapi Berat Badan Tak Turun-turun? Ini Penyebabnya

“Sebaiknya membeli ikan lele hidup, dengan kondisi lele sehat, badan proposional (bukan kepala saja yang besar), tidak cacat, lebih baik lagi kalau pernah melihat tempat budidayanya atau kenal petaninya.” jelas Cecilia.

Penilaian ini sejalan dengan prinsip mutu ikan segar dan Good Aquaculture Practices (GAP), yang menekankan pentingnya kondisi ikan yang sehat dan tidak cacat.

Ia juga menjelaskan bahwa lele yang layak dikonsumsi umumnya berasal dari pemeliharaan yang baik dan menunjukkan kondisi fisik yang sehat.

“Indikator lele layak dikonsumsi: ikan sehat, dipelihara di air mengalir atau pemeliharaan sesuai SNI, pakan pabrikan/mandiri, badan tidak cacat dan proporsional, bukan kepala saja yang besar, warna cerah/hitam tidak pucat atau belang-belang.” jelasnya.

Dengan memperhatikan kondisi lele sejak awal pembelian, konsumen dapat lebih selektif dalam memilih ikan yang segar sekaligus aman untuk dikonsumsi. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru