Wisuda UNESA: Lulusan Dituntut Tahan Banting di Era Ketidakpastian
SURABAYA, Nawacita – Universitas Negeri Surabaya kembali melepas 1.416 wisudawan pada periode ke-119. Bukan sekadar seremoni kelulusan, wisuda kali ini menegaskan satu pesan utama: lulusan harus tahan banting di tengah dunia yang makin tak pasti.
Rektor UNESA, Nurhasan, menekankan pentingnya resiliensi di era geopolitik yang dinamis. Menurutnya, lulusan tak cukup hanya cerdas, tetapi juga harus mampu beradaptasi cepat dan bangkit dari kegagalan.
“Kalau jatuh, harus bisa bangkit lagi. Itu kunci di era ketidakpastian,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Dari 53 Ribu Pendaftar, 6.509 Diterima di Unesa Lewat SNBP
UNESA mengklaim telah menanamkan nilai tersebut selama perkuliahan, termasuk mulai mengintegrasikan isu kecerdasan buatan (AI) dalam kurikulum. Langkah ini diambil sebagai respons atas ancaman hilangnya sejumlah pekerjaan akibat disrupsi teknologi.
“Melalui penguatan kewirausahaan dan program magang, kampus berupaya mendorong lulusan lebih siap menghadapi realitas pasar,” Papar Cak Hasan.
Di tengah optimisme itu, satu hal jadi catatan: ketika dunia berubah lebih cepat dari kurikulum, daya tahan dan kemampuan beradaptasi bukan lagi nilai tambah—melainkan kebutuhan dasar.
(Alus)

