Tuesday, April 28, 2026

Dari Kampus ke Pasar, Generasi Muda Didorong Jadi Pencipta Kerja

Dari Kampus ke Pasar, Generasi Muda Didorong Jadi Pencipta Kerja

Surabaya, Nawacita.co – Bonus demografi yang selama ini digadang-gadang sebagai peluang emas, bisa berubah menjadi bencana jika tak dikelola serius. Peringatan itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, saat kuliah umum di Universitas Airlangga, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, kunci ada pada produktivitas. Jika kelompok usia produktif tidak terserap di dunia kerja atau gagal menciptakan peluang, maka bonus demografi justru menjadi beban ekonomi.

“Kalau tidak produktif, itu yang jadi bencana,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, kini mendorong penguatan human capital development melalui berbagai program, mulai dari pendidikan hingga pemberdayaan masyarakat.

“Fokusnya jelas: menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi ketidakpastian global,” tegas Dyah.

Suasana kuliah umum di Universitas Airlangga, tajuk Young Enterpreneurs. (Foto: Alus/Nawacita)

Di sisi lain, sektor UMKM disebut masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB.

“Namun, persoalan klasik belum selesai: akses pasar,” ucapnya.

Kementerian Perdagangan kini mencoba menjembatani dengan skema business matching, menghubungkan produk UMKM dengan ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, hingga pasar global melalui kemitraan dengan perusahaan seperti IKEA.

“Tak berhenti di situ, program “Kampus Entrepreneur” juga didorong untuk menanamkan pola pikir wirausaha di perguruan tinggi. Tujuannya bukan sekadar mencetak pencari kerja, tapi pencipta lapangan kerja,” pungkas Dyah.

Pesannya sederhana tapi tegas, masa depan ekonomi Indonesia tak hanya ditentukan oleh jumlah penduduk produktif, tetapi oleh seberapa siap mereka menciptakan nilai.

Reporter: Alus

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru