Friday, June 19, 2026

Pemotongan Sapi Dipusatkan di Tambak Osowilangon, PT RPH Surabaya Pastikan Pasokan Daging Tetap Aman

Pemotongan Sapi Dipusatkan di Tambak Osowilangon, PT RPH Surabaya Pastikan Pasokan Daging Tetap Aman

SURABAYA, Nawacita – PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda memastikan proses pemotongan sapi di Unit Tambak Osowilangon berjalan lancar sejak resmi beroperasi pada 1 Juni 2026. Dengan beroperasinya unit baru tersebut, aktivitas pemotongan di RPH Unit Pegirian telah dihentikan tanpa mengganggu distribusi daging ke pasar-pasar di Kota Surabaya.

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, mengatakan seluruh proses transisi berjalan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

“Alhamdulillah pemotongan sapi di RPH Unit Tambak Osowilangon berjalan lancar sejak 1 Juni 2026. Sehingga RPH Unit Pegirian sudah tidak digunakan sebagai tempat pemotongan lagi dan semua berjalan lancar,” ujarnya.

Fajar menegaskan, hasil pemotongan dari Tambak Osowilangon tetap mampu memenuhi kebutuhan daging di berbagai pasar tradisional, termasuk Pasar Daging Arimbi yang selama ini menjadi pusat perdagangan daging di Surabaya.

Baca Juga: Mediasi Polemik RPH Banjarsari Buntu, Komisi A DPRD Bojonegoro Minta Ada Mitigasi Hukum

“Yang kami pastikan adalah semua hasil pemotongan di Tambak Osowilangon bisa disuplai ke Pasar Daging Arimbi dan semua pasar tradisional di Surabaya dengan baik,” katanya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa perpindahan lokasi pemotongan akan mengubah lokasi sentra penjualan daging. Menurutnya, Pasar Daging Arimbi tetap beroperasi di lokasi yang sama.

“Jadi Pasar Daging Arimbi sebagai sentra penjualan daging terbaik di Surabaya itu tidak pindah, masih berlokasi di Jalan Arimbi Pegirian menjadi sentra penjualan,” ujar Fajar.

Menurutnya, perpindahan lokasi rumah potong merupakan hal yang wajar dalam upaya peningkatan layanan dan efisiensi operasional. Masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan pasokan daging di Kota Pahlawan.

“Berpindahnya tempat pemotongan dari Pegirian ke Tambak Osowilangon hal yang lumrah. Karena sebenarnya ketika tempat pemotongan ini berpindah, pasar dagingnya tetap ada,” katanya.

“Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir ketersediaan daging di Surabaya cukup. Tidak ada masalah dengan perpindahan (RPH) Tambak Osowilangon, karena pelayanan kami kepada masyarakat tidak berkurang,” imbuhnya.

Di sisi lain, PT RPH Surabaya juga terus melakukan sejumlah pembenahan fasilitas pendukung di Unit Tambak Osowilangon. Salah satu fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan air bersih yang menjadi faktor penting dalam operasional rumah potong hewan.

“Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan debit air yang harus terus dioptimalkan. Air merupakan kebutuhan utama dalam proses pemotongan, mulai dari pembersihan jerohan, babatan, ruang potong hingga area operasional lainnya. Kebutuhan air bersih sebesar 50 ribu meter kubik per malam, sekarang baru tersedia 20 ribu meter kubik per malam,” jelas Fajar.

Selain itu, perusahaan juga memberikan perhatian khusus terhadap optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sejumlah kendala teknis, seperti penyumbatan saluran dan proses pemisahan limbah padat serta cair, masih terus dibenahi agar sistem pengolahan limbah dapat beroperasi secara maksimal dan sesuai standar lingkungan.

“Dengan perbaikan yang dilakukan secara bertahap, kami berharap pelayanan kepada mitra jagal semakin optimal,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru