Toyota Ungkap Penyebab Tak Mau Hijrah Total ke Mobil Listrik
Jakarta, Nawacita | Berbeda dengan pabrikan China dan Korsel, Toyota terlihat kurang antusias menyongsong era kendaraan listrik di dunia. Bahkan, produk mereka di segmen tersebut cenderung sedikit. Apa alasannya?
Bos Toyota, Akio Toyoda mengklaim, pihaknya mendefinisikan mobil sebagai ‘mainan’. Itulah mengapa, semuanya harus dirancang serba menyenangkan, mulai dari desain, suara hingga sensasi berkendaranya. Dia menolak jika dipaksa beralih sepenuhnya ke mobil listrik.
“Saya ingin membuat mobil yang ingin saya miliki. Jika saya hanya harus membuat mobil netral karbon, itu tidak menarik,” ujar Toyoda, dikutip dari Carscoops, Rabu (17/6/2026).
Meski demikian, Toyota tetap mengembangkan berbagai teknologi ramah lingkungan. Selain mobil listrik, pabrikan Jepang tersebut juga menggarap kendaraan berbahan bakar hidrogen, fuel cell, hingga mesin pembakaran yang menggunakan hidrogen.
Baca Juga: Waymo dan Toyota Kolaborasi Kembangkan Mobil Masa Depan
Di sisi lain, Toyota juga terus mempertahankan lini mobil performanya. Laporan terbaru menyebut generasi terbaru GR Yaris akan hadir dengan teknologi hybrid bertenaga besar. Selain itu, Toyota juga menyiapkan sejumlah mobil sport baru seperti MR2, Celica, dan GR GT bermesin V8 twin-turbo.
Toyoda menilai masih banyak penggemar otomotif, termasuk di dalam Toyota, yang berharap masa depan mobil tak hanya didominasi kendaraan listrik. Dia secara tak langsung ingin ‘kiamat’ mobil bensin tak pernah benar-benar terjadi.
“Semua orang beralih ke kendaraan listrik, itulah ketakutan terbesar saya,” tuturnya.
Selain soal prinsip, Toyoda mengungkap alasan lain mengapa Toyota tak ingin hijrah total ke mobil listrik. Menurutnya, saat meninggalkan mobil bensin, maka ada tenaga kerja dan pemasok terkait yang langsung terdampak.
“Tiga-empat tahun lalu, saya satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, menyukai suara, dan menyukai mesin. Saya ingin mempertahankan lapangan kerja bagi pemasok mesin. Tapi tampaknya saya adalah satu-satunya. Saya merasa sangat sendirian,” kata dia. dtk


