Semarak 1 Muharram 1448 H di Pasuruan: Ajakan Hijrah DPRD Beriring Harapan Warga Akan Perubahan Nyata
Pasuruan, Nawacita — Suasana khidmat menyelimuti berbagai penjuru Kota Pasuruan dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Tradisi doa bersama, pengajian, hingga santunan sosial digelar serentak, menegaskan identitas kota yang lekat dengan nuansa religius.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, momentum pergantian tahun hijriah juga dimaknai lebih dalam oleh masyarakat sebagai titik refleksi tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial dan pemerintahan.
Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Toyib, menekankan pentingnya memaknai hijrah sebagai perubahan menyeluruh dalam kehidupan. Ia mengajak masyarakat menjadikan tahun baru Islam sebagai sarana evaluasi diri.
“Tahun Baru Islam adalah momentum muhasabah. Kita diajak meninggalkan hal-hal yang kurang baik dan beralih menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam ibadah maupun kepedulian sosial,” ujarnya. Rabu 17 Juni 2026.
Baca Juga: Wajah Baru Permukiman Pasuruan: Proyek Infrastruktur Dimulai Agustus, Warga Soroti Pengawasan
Ia juga menyinggung adanya perbedaan penetapan awal Muharram yang terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.
“Perbedaan adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan dan kondusivitas di Kota Pasuruan,” katanya.
Di tingkat masyarakat, ajakan tersebut disambut positif, namun juga diiringi harapan agar makna “hijrah” tidak berhenti pada tataran simbolik. Warga menilai, perubahan juga harus tercermin dalam kinerja pemerintah dan wakil rakyat.
Ahmad Fauzi (42), pelaku UMKM asal Bugul Kidul, mengatakan bahwa masyarakat membutuhkan kebijakan yang benar-benar berdampak langsung pada kehidupan ekonomi.
“Kami sepakat soal introspeksi diri. Tapi pemerintah juga harus berhijrah—dari pelayanan yang lambat menjadi cepat, dari kondisi ekonomi sulit menuju kesejahteraan yang lebih merata,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti Aminah (35), warga Gadingrejo. Ia menilai kepedulian sosial di masyarakat sudah berjalan baik, namun peran pemerintah masih perlu diperkuat melalui program yang konkret.
“Harapannya DPRD lebih sering turun ke lapangan. Banyak persoalan seperti harga kebutuhan pokok yang naik turun dan butuh solusi cepat,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Toyib memastikan DPRD akan terus membuka ruang bagi suara masyarakat dan memperkuat fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Masukan masyarakat menjadi energi bagi kami. Hijrah juga berarti meningkatkan kinerja kami sebagai wakil rakyat agar program pemerintah lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Peringatan 1 Muharram di Kota Pasuruan tahun ini tidak hanya menjadi simbol pergantian waktu, tetapi juga cermin harapan. Di tengah doa dan tradisi yang berlangsung, terselip harapan besar agar perubahan yang digaungkan benar-benar terwujud dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : Rahmat


