Reses DPRD Jatim diusulkan Naik Dua Kali Lipat, Yordan: Saya Lupa Anggarannya
Surabaya, Nawacita – Usulan penambahan kegiatan reses anggota DPRD Jawa Timur dari tiga kali menjadi enam kali dalam setahun berpotensi meningkatkan kebutuhan anggaran kedewanan.
Namun, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jatim, Yordan Batara Goa, mengaku tidak mengingat besaran anggaran yang dialokasikan untuk setiap titik kegiatan reses.
Hal itu disampaikan Yordan saat dikonfirmasi mengenai konsekuensi anggaran dari rencana penambahan frekuensi reses yang tengah dibahas melalui perubahan Peraturan Daerah tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Jawa Timur.
Saat ditanya berapa anggaran yang saat ini digunakan untuk satu titik reses, Yordan memberikan jawaban singkat.
“Saya lupa angkanya,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Baca Juga: Yordan M. Batara-Goa Soroti BPJS Nonaktif dan Ketidaksesuaian Data Desil Warga
Meski demikian, Yordan memastikan usulan penambahan reses dari tiga kali menjadi enam kali dalam setahun bukan semata-mata berkaitan dengan penggunaan anggaran, melainkan untuk memperluas jangkauan kegiatan serap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing anggota dewan.
Wacana tersebut menjadi perhatian karena penambahan jumlah reses secara otomatis akan menambah jumlah kegiatan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan jumlah anggota DPRD Jawa Timur sebanyak 120 orang, peningkatan frekuensi reses berpotensi berdampak pada besaran belanja kedewanan yang harus disiapkan pemerintah daerah.
Hingga kini, DPRD Jawa Timur masih membahas usulan perubahan tersebut. Selain mempertimbangkan aspek kebutuhan penyerapan aspirasi masyarakat, pembahasan juga akan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Rencana penambahan reses itu muncul di tengah tuntutan efisiensi penggunaan anggaran pemerintah. Karena itu, besaran tambahan anggaran yang dibutuhkan akibat kenaikan frekuensi reses diperkirakan akan menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian dalam pembahasan lanjutan. bdo


