Ribuan Ponpes di Jatim Jadi Sasaran Edukasi Kebencanaan, Konsep Pestana Mulai Disusun
SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menyiapkan konsep Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) sebagai upaya memperkuat edukasi kebencanaan di lingkungan pondok pesantren. Program ini dikembangkan mengingat ribuan pesantren di Jawa Timur memiliki karakteristik berbeda dibanding sekolah umum.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan pihaknya bersama Program SIAP SIAGA tengah menyusun modul serta pola pengajaran kebencanaan yang sesuai dengan kondisi pesantren.
“Kami meminta disusun panduan dan modul khusus untuk Pestana. Pesantren memiliki kapasitas, ancaman, dan kebutuhan yang berbeda, sehingga konsep pengajarannya juga harus disesuaikan,” ujar Gatot, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Cuaca Mulai Berubah, BPBD Jatim Tingkatkan Kesiapsiagaan Kekeringan
Menurutnya, santri tinggal di lingkungan pesantren selama 24 jam, sehingga seluruh potensi risiko bencana maupun kapasitas yang dimiliki perlu dipetakan secara mendalam. Hal itu berbeda dengan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah, di mana peserta didik hanya berada di sekolah dalam waktu tertentu.
Saat ini, konsep Pestana masih dalam tahap pematangan. BPBD Jatim berharap modul yang disusun nantinya mampu menjadi acuan untuk membangun ketangguhan pesantren dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Selain itu, Gatot mengungkapkan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) juga masih menjadi pekerjaan rumah. Dari lebih dari 5.000 desa yang memiliki potensi ancaman bencana di Jawa Timur, baru sekitar 2.000 desa yang telah terbentuk sebagai Destana.
“Karena itu, kami terus berkolaborasi untuk mempercepat penguatan kapasitas masyarakat agar semakin siap menghadapi bencana,” pungkasnya.
(Alus)


