Daftar Penguasa Dunia di Awal Tahun Hijriah, Dari Persia hingga Dinasti Tang
JAKARTA, Nawacita – Daftar Penguasa Dunia di Awal Tahun Hijriah, Umat Islam di seluruh dunia baru merayakan tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah (H). Tahun Hijriah adalah sistem penanggalan Islam yang dihitung dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada 622 Masehi.
Hijrah dilakukan karena tekanan terhadap Nabi Muhammad dan para pengikutnya di Mekkah semakin berat, mulai dari penolakan, intimidasi, hingga ancaman. Perpindahan ke Madinah kemudian menjadi titik awal babak baru umat Islam, dari komunitas yang ditekan menjadi masyarakat yang mulai membangun kekuatan sosial dan politik.
Namun, saat Tahun Hijriah bermula, Islam belum menjadi kekuatan besar dunia. Umat Islam masih berada pada awal membangun kehidupan di Madinah.
Sementara itu, dunia kala itu masih dikuasai oleh sejumlah kerajaan, kekaisaran, dan peradaban besar yang telah lebih dulu mendominasi politik, perdagangan, militer, hingga ilmu pengetahuan.
Pada awal abad ke-7 Masehi, kekuatan besar dunia antara lain Kekaisaran Bizantium, Kekaisaran Persia Sasaniyah, Dinasti Tang di China, Kerajaan Aksum di Afrika Timur, Kerajaan Harsha di India Utara, serta Peradaban Maya di Benua Amerika.
1. Bizantium
Kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur menjadi salah satu kekuatan terbesar dunia saat Tahun Hijriah bermula. Kekaisaran ini berpusat di Konstantinopel, kota strategis yang berada di jalur penting antara Eropa dan Asia.
Bizantium merupakan penerus Kekaisaran Romawi di wilayah timur. Pengaruhnya mencakup kawasan penting di sekitar Mediterania Timur, Anatolia, Suriah, Palestina, hingga Mesir pada berbagai periode.
Saat Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, Bizantium dipimpin oleh Kaisar Heraclius. Ia berkuasa pada 610-641 Masehi dan dikenal sebagai salah satu kaisar penting dalam sejarah Romawi Timur.
Baca Juga: Daftar Negara Paling Awal-Akhir di Dunia Yang Merayakan Tahun Baru 2026
Bizantium memiliki kekuatan militer besar, sistem pemerintahan yang mapan, serta pengaruh agama dan budaya yang luas. Kristen menjadi agama utama kekaisaran ini, sementara Konstantinopel berkembang sebagai pusat perdagangan, politik, dan keagamaan.
Meski begitu, pada awal abad ke-7 Masehi, Bizantium sedang menghadapi tekanan berat. Kekaisaran ini terlibat perang panjang melawan Persia Sasaniyah. Perang tersebut menguras sumber daya, melemahkan stabilitas, dan membuat wilayah-wilayah penting di Timur Tengah menjadi ajang perebutan kekuasaan.

2. Persia Sasaniyah
Selain Bizantium, kekuatan besar lain yang mendominasi dunia saat itu adalah Kekaisaran Persia Sasaniyah. Kekaisaran ini berpusat di wilayah Persia atau Iran saat ini. Persia Sasaniyah menguasai wilayah luas yang mencakup Iran, Irak, sebagian Asia Tengah, hingga kawasan strategis di Timur Tengah. Kekaisaran ini menjadi rival utama Bizantium selama berabad-abad.
Pada masa awal Tahun Hijriah, Persia dipimpin oleh Khosrow II. Ia berkuasa pada 590-628 Masehi dan membawa Kekaisaran Sasaniyah mencapai salah satu masa ekspansi terbesarnya.
Persia Sasaniyah dikenal memiliki birokrasi kuat, militer besar, sistem pajak yang teratur, serta kebudayaan tinggi. Agama Zoroastrianisme menjadi agama utama negara, sementara istana Persia dikenal sebagai pusat kekuasaan dan kemewahan.
Kekaisaran ini juga menguasai jalur perdagangan penting yang menghubungkan Asia Tengah, India, Timur Tengah, dan Mediterania. Dengan posisi itu, Persia menjadi salah satu pemain utama dalam jaringan ekonomi dunia kuno.
Namun, seperti Bizantium, Persia juga terkuras oleh perang panjang. Konflik besar antara Persia dan Bizantium membuat kedua kekuatan lama ini sama-sama melemah. Kondisi tersebut kemudian membuka ruang bagi munculnya kekuatan baru dari Jazirah Arab.
3. Dinasti Tang
Di Asia Timur, kekuatan besar yang sedang bangkit adalah Dinasti Tang di China. Dinasti ini berdiri pada 618 Masehi, hanya beberapa tahun sebelum peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.
Dinasti Tang kemudian dikenal sebagai salah satu masa paling gemilang dalam sejarah China. Pemerintahannya kuat, administrasinya tertata, ekonominya berkembang, dan kebudayaannya maju pesat.
Ibu kota Tang, Chang’an, menjadi salah satu kota terbesar dan paling kosmopolitan pada masanya. Kota ini menjadi titik pertemuan pedagang, utusan, pelajar, dan tokoh agama dari berbagai wilayah.
Dinasti Tang juga memiliki pengaruh besar terhadap Asia Timur dan Asia Tengah. Jalur Sutra menjadi salah satu urat nadi penting yang menghubungkan China dengan dunia luar, termasuk Persia, Asia Tengah, India, hingga kawasan Arab pada masa berikutnya.
4. Kerajaan Aksum
Di Afrika Timur, salah satu kekuatan penting saat Tahun Hijriah bermula adalah Kerajaan Aksum. Kerajaan ini berada di kawasan yang kini dikenal sebagai Ethiopia dan Eritrea.
Aksum memiliki posisi sangat strategis karena berada dekat Laut Merah. Jalur ini menjadi penghubung penting antara Afrika, Jazirah Arab, Mediterania, dan India. Karena letaknya itu, Aksum berkembang sebagai kerajaan dagang yang kuat.
Kekayaan Aksum banyak bertumpu pada perdagangan lintas kawasan. Pelabuhan-pelabuhannya menjadi tempat keluar-masuk komoditas dari Afrika menuju dunia luar, termasuk gading, emas, hasil pertanian, hingga barang-barang dari jalur perdagangan Samudra Hindia.
Aksum juga bukan kerajaan kecil. Pada masa puncaknya, kerajaan ini menjadi salah satu kekuatan besar di kawasan Laut Merah. Pengaruhnya bahkan sempat menyeberang ke Arab Selatan atau wilayah Yaman pada abad ke-6.
Namun, saat memasuki abad ke-7, posisi Aksum mulai menghadapi tekanan. Pengaruh Persia di Arab Selatan dan munculnya kekuatan baru dari Jazirah Arab ikut mengubah peta perdagangan di Laut Merah.
5. Kerajaan Harsha
Di Asia Selatan, salah satu penguasa penting pada masa awal Tahun Hijriah adalah Kerajaan Harsha. Kerajaan ini dipimpin oleh Raja Harsha, yang memerintah India Utara pada 606-647 Masehi.
Harsha berhasil membangun kekuasaan besar di India bagian utara. Pemerintahannya menjadi salah satu periode penting dalam sejarah India setelah runtuhnya kekuatan besar sebelumnya.
Wilayah India pada masa itu tidak dikuasai oleh satu kekaisaran saja yang mencakup seluruh kawasan. Namun, Harsha menjadi salah satu penguasa paling menonjol karena mampu menyatukan sebagian besar India Utara di bawah kekuasaannya.
Baca Juga: Daftar Negara yang Pernah Ada Namun Kini Hilang Dari Peta Dunia
Pada masa ini, India menjadi pusat penting bagi perkembangan agama, budaya, dan ilmu pengetahuan. Hindu dan Buddha berkembang luas, sementara kota-kota besar menjadi pusat perdagangan dan pembelajaran.
6. Peradaban Maya
Sementara itu, jauh di belahan dunia lain, Peradaban Maya sedang berkembang di Mesoamerika. Wilayahnya mencakup kawasan yang kini menjadi bagian dari Meksiko selatan, Guatemala, Belize, Honduras, dan El Salvador.
Maya berbeda dari Bizantium atau Persia karena tidak berbentuk satu kekaisaran terpusat. Peradaban ini terdiri dari banyak kota-negara yang memiliki pemerintahan sendiri.
Namun, dari sisi ilmu pengetahuan, arsitektur, dan tata sosial, Maya termasuk salah satu peradaban paling maju pada masanya. Mereka dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam astronomi, matematika, sistem kalender, dan tulisan hieroglif.
Bangunan piramida, kuil batu, istana, dan kota-kota besar menjadi bukti kemajuan peradaban ini. Peradaban Maya juga memiliki sistem sosial dan keagamaan yang kompleks, dengan kota-kota besar yang menjadi pusat politik dan ritual.
Daftar Penguasa Dunia Saat Tahun Hijriah Lahir
| Bizantium | ±330–1453 M | Konstantinopel, Anatolia, Suriah, Palestina, Mesir, kawasan Mediterania Timur | Heraclius | Pewaris Romawi Timur; pusat perdagangan Asia-Eropa; militer kuat; Kristen menjadi agama utama negara |
|---|---|---|---|---|
| Persia Sasaniyah | 224–651 M | Persia/Iran, Irak, Asia Tengah, sebagian Arabia dan India barat | Khosrow II | Superpower Persia pra-Islam; rival utama Bizantium; birokrasi kuat; Zoroastrianisme menjadi agama negara |
| Dinasti Tang | 618–907 M | China; pengaruh meluas ke Asia Timur dan Asia Tengah | Li Yuan/Tang Gaozu; Li Shimin/Tang Taizong | Masa keemasan China; pemerintahan terpusat; Jalur Sutra berkembang; budaya, seni, dan ilmu maju |
| Kerajaan Aksum | ±100–940 M | Ethiopia, Eritrea, kawasan Laut Merah, pengaruh ke Arab Selatan/Yaman | Najasyi/Negus; Armah | Kekuatan dagang Afrika Timur; penguasa jalur Laut Merah; penghubung Afrika, Arab, Mediterania, dan India |
| Kerajaan Harsha | 606–647 M | India Utara | Raja Harsha | Salah satu kekuatan besar India; pusat budaya dan agama; Hindu dan Buddha berkembang luas |
| Peradaban Maya | ±2000 SM–900 M; puncak klasik 250–900 M | Meksiko selatan, Guatemala, Belize, Honduras, El Salvador | Penguasa kota-negara; contoh K’inich Janaab’ Pakal | Ahli astronomi dan matematika; punya sistem kalender; piramida megah; sistem tulisan hieroglif |
cnbnws.


