Monday, May 11, 2026

Pemkot Surabaya Targetkan Tanjungsari Bebas Banjir Pada November 2026

Pemkot Surabaya Targetkan Tanjungsari Bebas Banjir Pada November 2026

NawacitaWalikota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek pembangunan Bozem Jalan Tanjungsari, Senin (11/5/2026). Saat melakukan sidak tersebut, Politisi PDI Perjuangan tersebut meminta adanya percepatan pembangunan agar kawasan tersebut dapat bebas banjir di musim hujan mendatang.

“Jadi nanti saya minta di bulan November ada hujan, daerah Tanjung Sari tidak boleh ada banjir. Sampai termasuk Simorejo, Sari 1A, 1B,” ucap Walikota Eri Cahyadi.

Percepatan pengerjaan tersebut diperlukan agar wilayah Tanjungsari hingga Simorejo Sari 1A dan 1B yang selama ini banjir akibat posisi permukiman yang lebih rendah dibandingkan jalan Tanjungsari dapat terhindar dari banjir.

“Kampung Simorejo Sari 1A 1B ini banjirnya tahunan, karena kampung ini lebih rendah daripada jalan Tanjung Sari,” ujar Eri.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas Penerapan Parkir Digital, 819 Jukir Sudah Gunakan Sistem Non Tunai

“Saya minta aliran dari jembatan Kali Kerambangan dibagi dua. Sebagian dialirkan ke arah bozem, kemudian dibuang ke Diversi Gunungsari,” imbuhnya.

Dalam sidaknya, Eri juga meminta adanya perubahan spesifikasi teknis pada saluran penampungan air atau storage. Semula, ukuran saluran dirancang lebih kecil, namun kini diminta diperbesar menjadi 4 x 3 meter agar kapasitas tampungan air lebih maksimal sebelum dialirkan ke sungai primer.

“Kalau storagenya tidak besar, maka akan percuma airnya bisa meluber lagi ke jalan. Sehingga, saya minta harus dibuat lebar,” katanya.

Selain pembangunan bozem di kawasan Tanjungsari, Pemerintah Kota Surabaya juga tengah berkoordinasi untuk memanfaatkan lahan di sisi jalan tol arah Perak sebagai penampungan air sementara. Nantinya, air akan dialirkan melalui crossing yang melintasi rel kereta api dan terhubung menuju Bozem Dupak.

Tak hanya meninjau progres pembangunan, Eri juga memberikan evaluasi terhadap manajemen proyek di lapangan. Ia menilai metode pengerjaan yang masih dilakukan secara tradisional menyebabkan jalan menjadi rusak dan menimbulkan debu yang mengganggu warga sekitar.

“Saya tanya tadi, cara pelaksanaannya bagaimana? Ternyata metodenya masih tradisional yaitu dikeruk semua baru dipasang. Itu bikin jalan hancur dan berdebu,” jelasnya.

“Kalau metode pelaksanaannya harus dikeruk, setelah itu harus dipasang langsung., dibersihkan biar tidak debu,” tambahnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Benahi Pengelolaan Sampah, Eri Cahyadi Minta Kebutuhan Tongbin TPS Dihitung Detail

Karena itu, Eri meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bersama kontraktor memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi MS Project untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja maupun alat berat secara lebih akurat dan efisien.

Proyek bozem dengan kapasitas sekitar 20 ribu meter kubik tersebut ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Eri berharap dampak pembangunan sudah dapat dirasakan masyarakat pada akhir tahun ini.

“Insyaallah akan ada perubahan cepat. Saya minta di bulan November nanti, saat hujan turun, daerah Tanjungsari hingga Simorejo Sari 1A dan 1B sudah tidak boleh ada banjir lagi. Kasihan warga kalau terus-terusan terdampak,”pungkasnya.

Reporter : Rovallgio 
- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru