Eri Cahyadi: Balai Pemuda Surabaya Jadi Ruang Terbuka bagi Semua Seniman
Surabaya, Nawacita | Walikota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Balai Pemuda merupakan ruang milik seluruh seniman Kota Surabaya yang harus dapat dimanfaatkan secara terbuka dan inklusif. Hal tersebut disampaikannya usai terpilihnya Dewan Kebudayaan Surabaya yang baru sesuai regulasi terbaru dari pemerintah pusat.
Eri menjelaskan, kepengurusan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) sebelumnya telah terpilih sejak sebelum tahun 2020. Namun, saat itu belum terdapat mekanisme yang jelas sehingga tidak pernah diterbitkan surat keputusan (SK) resmi.
“Karena itulah akhirnya diperpanjang sampai sekarang. Hari ini ada pemilihan kembali yang sesuai dengan peraturan menteri yang baru. Itu Dewan Kebudayaan, dan Alhamdulillah sudah terpilih,” kata Eri, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas Penerapan Parkir Digital, 819 Jukir Sudah Gunakan Sistem Non Tunai
Dengan terbentuknya Dewan Kebudayaan Surabaya yang baru, Eri memastikan pengelolaan dan pemanfaatan Balai Pemuda akan berada di bawah koordinasi lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa fasilitas publik itu bukan milik kelompok tertentu, melainkan ruang bersama bagi seluruh seniman Surabaya.
“Balai Pemuda itu adalah milik seniman Surabaya, bukan milik tertentu. Maka Dewan Kebudayaan yang baru harus berkantor di sana, dan semua seniman harus bisa menggunakan Balai Pemuda Surabaya,” ujarnya.
Pemkot Surabaya juga menyiapkan kebijakan khusus agar para seniman lebih mudah memanfaatkan fasilitas di Balai Pemuda, termasuk gedung teater yang selama ini dinilai kurang optimal digunakan karena biaya sewa yang tinggi.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Berlakukan Voucher Parkir, Dorong Digitalisasi Pembayaran Non Tunai
Menurut Eri, ke depan seniman Surabaya hanya akan dibebankan biaya kebersihan saat menggunakan fasilitas tersebut. Sementara biaya lain akan dihilangkan agar aktivitas seni dan budaya di Kota Pahlawan semakin berkembang.
“Untuk seniman Surabaya, nanti bisa digunakan hanya membayar kebersihannya saja. Yang lainnya saya berikan gratis karena itu untuk warga Surabaya dan seniman Surabaya,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan Dewan Kebudayaan Surabaya mampu menjadi motor penggerak aktivitas seni di Balai Pemuda, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi seniman untuk berkarya dan meningkatkan pendapatan melalui kegiatan seni dan budaya.
Reporter : Rovallgio

